|
Tarif Turun, Layanan Tersendat
Senin, 04 Agustus 2008 | 19:41 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: PT Indosat Tbk mengakui akhir-akhir ini terjadi penuruan layanan kepada pelanggan. Penurunan layanan ini disebabkan disebabkan oleh meningkatnya trafik akibat penurunan tarif.
Direktur Jabotabek dan Corporate Sales Indosat Fajri Sentosa mengatakan saat ini pelanggan Indosat melampaui target meski baru pertengahan tahun. Pertumbuhan pelanggan ini yang dinilai memicu trafik percakapan sehingga menyebabkan jaringan sibuk dan pelanggan mengalami kesulitan. Saat ini pelanggan meningkat hampir 8 juta.
"Mungkin kalau saat ini susah telpon karena permintaan tinggi. Ini tak lepas dari tarif murah sehingga elastisitas juga meningkat," ujar Fajri usai penandatanganan kerjasama dengan PT CIMB Bank Niaga, hari ini.
Menurut Fajri, kegagalan menelpon atau sibuknya jaringan ini tak hanya terjadi di Indosat. Dia meyakini hampir semua operator mengalami terlebih jika sedang ada tarif promosi. Peningkatan trafik ini, kata Fajri, ternyata signifikan setelah penurunan tarif interkoneksi April lalu.
"Peningkatannya 2 kali lipat dibanding sebelum April," ujar Fajri.
Peningkatan kapasitas jaringan ini sangat terasa ketika pagi hari. Pada siang hari, kata Fajri, kesibukan jaringan dan trafik ini terjadi di daerah segitiga emas DKI. Sedangkan sore hari dirasakan di wilayah pinggiran Jakarta.
Produk IM3, kata Fajri, diakui menyumbang peningkatan trafik yang cukup signifikan. Terutama ketika terdapat tarif promosi. Salah satu solusi untuk mengurangi beban dan trafik, dilakukan Indosat dengan menambah kapasitas jaringan. "Penambahan kapasitas terus kami lakukan tergantung trafik dan perkiraannya," ujar Fajri.
Keluhan soal layanan dirasakan oleh Dedi Zulfian,pengguna opDedierator XL. Menurut Dedi, beberapa waktu terakhir ini, dia sering mendapati layanan XL sering bermasalah. "Di HP sinyal penuh tapi begitu dipakai seperti sibuk," ujar karyawan swasta ini yang tinggal di Depok ini .
Directr Network Services PT Excelcomindo Pratama Dian Siswarini mengatakan mengatakan pengaruh penurunan tarif tidak terlalu signifikan. Karena beberapa minggu ini, XL tidak melakukan perubahan tarif. Masalah terbesar yang dialami XL, kata Dian, yakni gangguan listrik yang berpengaruh pada jaringan.
"Pemadaman dan kekurangan listrik hampir terjadi di seluruh Indonesia, ini mengurangi keandalan jaringan kami," ujar Dian melalui pesan pendeknya.
Pengguna seluler lain,Nieke mengeluhkan beberapa minggu terakhir ini sering mengalami kegagalan ketika menggunakan jaringan General Packet Radio Service (GPRS) milik Telkomsel. Juru bicara PT Telekomunikasi selular belum bisa dihubungi soal ini.
DIAN YULIASTUTI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|