Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Defisit Neraca Migas Gerus Devisa
Minggu, 03 Agustus 2008 | 19:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Meski secara total Nerasa Perdagangan Indonesia pada semester pertama 2008 surplus US$ 5 miliar. Namun jika melihat neraca perdagangan minyak dan gas, Indonesia sampai Juni defisit Juni US$ 630 juta.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukan sampai dengan Juni, ekspor migas sebesar US$ 16,068 miliar sementara impor migas US$ 16,698 miliar.

DIrektur Eksekutif Reforminer Institute Pri Agung Rakhmanto menyatakan era keemasan migas di Indonesia memang sudah lewat. "Migas sudah tidak bisa lagi menjadi andalan dan untuk devisa dan memperkuat nilai tukar," katanya dalam pesan pendeknya kepada Tempo hari ini.

Menurutnya, sektor migas justru turut berkonstribusi besar menyedot devisa dengan impor BBM-nya yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pri Agung menyebutkan impor BBM Indonesia terus meningkat sekitar 5-6 persen setiap tahunnya sementara ekspor terus menurun.

BPS juga menyebutkan pada Juni ekspor migas menyusut dari US$ 3,214 miliar (Mei) menjadi US$ 2,980 miliar atau 7,29 persen. Jika dirinci,ekspor minyak mentah turun 19,65 persen ata menjadi US$ 1,327 miliar, hasil minyak 11,02 persen menjadi US$ 298,8 juta dan gas naik 10,38 persen menjadi US$ 1,353 juta.

Secara volume, ekspor minyak mentah, minyak masing-masing turun 24,11 dan 19,25 serta gas naik 5,93 persen.

Menurut Pri, selama produksi migas tidak bisa ditingkatkan dan konsumsi BBM dalam negeri tidak bisa dikendalikan maka defisit akan makin besar kedepannya.

Kepala BPS Rusman Heriawan mengakui tekanan terhadap neraca perdagangan Indonesia memang cukup besar karena derasnya arus impor, baik migas maupun non migas. Tren selama Januari-Juni, surplus migas terus tergerus impor.

Nilai ekspor Indonesia selama semester pertama 2008 mencapai US$ 70,45 miliar sementara nilai impor sebesar US$ 65,05.

Gunanto E S


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Usulkan Batu bara dan Gas Masuk APBN
Bank Dunia Nilai Berhasil Reformasi Anggaran Indonesia
Anggaran Bencana Bertambah
Defisit Anggaran Bisa Membengkak Jadi 2,5 Persen
Anggaran Empat Kegiatan Tak Dipotong
Departemen Pertahanan Usul Pemotongan Anggaran Hanya 5 Persen
Pemerintah Bersiaga Amankan APBN
Pemerintah Kaji Besaran Defisit Yang Bisa Ditoleransi
Pelaksana Proyek Diminta Disiplin Gunakan Anggaran
Belanja Anggaran Di Bawah Target
> selengkapnya...

Referensi

Ongkos Legislasi 2006-2007

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk129614 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data