|
Inggris - Bandung Jajaki Kerjasama Industri Kreatif
Minggu, 03 Agustus 2008 | 10:39 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Pemerintah Inggris sedang menjajaki kerjasama peningkatan industri kreatif dengan pemerintah Bandung. Tawaran itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Hatfull saat pembukaan KickFest 2008 di Lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu (2/8) malam. “Kami sangat senang jika Inggris bisa bekerja sama dengan Bandung dalam pengembangan industri kreatif” kata Martin.
Martin mengaku sangat mengenal Bandung sebagai kota yang dikenal kaya potensi seni budaya, desain, kemajuan teknologi industri, kuliner dan kreativitas anak mudanya. Potensi inilah yang dilirik Inggris yang dikenal sebagai Negara yang aktif mengembangkan ekonomi kreatif. “Kami berharap, industri kreatif menjadi pilar ekonomi strategis bagi Bandung, juga Indonesia” ujarnya.
KickFest 2008 atau Kreative Independent Clothing Komunity Festival 2008 adalah ajang pameran tahunan komunitas industri clothing local dan distribution outlet (Distro). Ini adalah pameran tahunan kedua. Digelar tiga hari, 1-3 Agustus 2008, acara ini sendiri adalah bagian dari festival industri kreatif Helar Festival yang digelar sepanjang Agustus 2008 di Bandung,
Hadir di acara Gasibu, Sabtu (2/8) malam diantaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan, Pejabat Walikota Bandung Edi Siswadi dan sejumlah Pejabat Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Juga, sejumlah perwakilan dari delapan Negara seperti Jepang, Korea Selatan, Singapura, India dan Vietnam.
Martin mengingatkan, perhelatan kreatif seperti Kickfest dan helar festival tak hanya berhenti pada tahun ini saja, jika ingin Bandung menjadi kota kreatif. Ia berharap, kehadiran perwakilan Negara hari itu bisa dimanfaatkan membuka jejaring dan terus berinovasi. “Kami berharap Bandung membuka langkah awal munculnya kota kreatif baru di Indonesia” ujarnya.
Menurut Martin, Inggris membuktikan, industri kreatif bisa tumbuh subur dan menjadi pilar ekonomi Negara hingga 10 persen pada GDP ekonominya. Bahkan sektor ini menyamai jasa perbankan sebagai sektor ekonomi terbesar. "Dan itu bisa dilakukan di Indonesia yang kaya dengan potensi" ujarnya.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan menyambut baik tawaran kerjasama itu. Menurut Heryawan, Bandung dan Jawa Barat memiliki potensi menjadi industri kreatif besar. Kota Bandung, khususnya, sudah lama memiliki potensi pengembangan industri ini dalam kurun 10 tahun terakhir.
Diantaranya, desain, arsitektur, fashion, musik, kuliner, teknologi Industri. “Dan masih banyak lagi. Yang mengembirakan, semuanya ini dikelola oleh anak-anak muda. Mereka sudah berani bereksperimen untuk menciptakan kreasi yang memiliki nilai jual” ujarnya.
Menurut Heryawan, keberadaan para anak-anak muda yang menjadi kreator industri kreatif perlu diapresiasi. Karena itu, sinergi antara pemerintah dengan pengiat industri kreatif perlu dilakukan dengan memberi ruang gerak bagi mereka. "Diantaranya dengan memunculkan enterpreneur-enterpreneur muda. Kami sebagai pemerintah akan mendorong industri kreatif ini," ujarnya,
Dalam kesempatan ini Gubernur juga memberikan penghargaan kepada sejumlah tokoh kreatif Bandung. Juga meluncurkan Bandung Creative Entrepreneur Network. Jejaring ini diharapkan membantu pelaku industri kreatif, saling mempromosikan kekayaan kreatif dan mengakses pasar kreatif masing-masing.
Widiarsi Agustina
INDEKS BERITA LAINNYA :
|