|
Antisipasi kekeringan
120 Ribu Hektar Sawah Dicadangkan
Kamis, 17 Juli 2008 | 09:15 WIB
TEMPO Interaktif, BANDUNG:Bulog menyiapkan cadangan padi dari hasil panen 120 ribu hektar sawah sebagai cadangan jika terjadi poso, banjir dan ancaman kekeringan. Jumlah itu, menurut Direktur Utama Bulog Mustafa Abubakar setara dengan satu persen dari 12 juta hektar sawah yang ditanam di Indonesia.”Daerahnya tersebar di seluruh Indonesia. Tidak ditentukan dimana” kata Mustafa Abubakar di Bandung, Rabu (16/7).
Menurut Mustafa, langkah ini diambil menyusul perubahan cuaca di tanah air. Pemerintah, katanya, prihatin dengan masyarakat yang mulai terkena bencana. Terutama kekeringan saat ini, meski secara keseluruhan belum dinilai mengganggu. “Kalau belum memenuhi 120 ribu itu, berarti masih aman,” katanya.
Untuk menjaga stok di Bulog, kata Mustafa, pihaknya optimis tahun ini pengadaan beras dapat meningkat. “Pokoknya tahun ini bisa mencapai 1,5 juta ton,” katanya.
Jumlah ini, kata dia, bisa dicapai dari musim panen lalu yang disambung dengan musim gadu (saat memasuki musim kemarau). “Karena itu tingkat pemasukan harian sekitar 10 ribu ton perhari,” katanya.
Bulog sendiri sedang membuka jalur crash program yang bekerjasama dengan Departemen Pertanian dan Departemen Kehutanan. Rinciannya, dengan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan sebanyak 500 ribu hektare, dengan Direktorat Jenderal Pengelolaan dan Pemasaran Hasil Pertanian untuk penanganan pascapanen sebanyak 300 ribu hektare, kredit pasca panen Bank Bukopin, sebanyak 200 ribu hektare, dan Departemen Kehutanan 60 ribu hektare.
Mustafa juga mengaku sudah menginstruksikan agar setiap gudang Bulog di daerah punya stok untuk lebih dari tiga bulan. Stok ini, kata dia, terutama di daerah yang masuk kategori krisis pangan. “Misalnya NTT, Bengkulu, dan Jayapura,” katanya.
Rana Akbari Fitriawan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|