|
Peredaran Uang Palsu Meningkat Pada 2008
Rabu, 16 Juli 2008 | 09:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia memperkirakan peredaran uang palsu pada 2008 akan meningkat. Hal ini akibat kenaikan pengeluaran masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup dan didorong perkembangan teknologi percetakan.
Deputi Gubernur BI Budi Rochadi mengatakan perbandingan peredaran uang palsu pada 2008 diperkirakan mencapai delapan banding satu juta. Artinya, dari setiap satu juta lembar uang asli terdapat delapan lembar uang palsu. ”Perbandingan ini lebih tinggi dibanding tahun lalu yakni tujuh banding satu juta,” kata Budi dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (16/7).
Menurut dia, rata-rata uang palsu yang beredar di masyarakat sampai Mei 2008 sebesar empat banding satu juta, lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. Uang palsu yang paling banyak beredar, lanjut dia, adalah pecahan Rp 100 ribu yang mencapai 15 lembar dari satu juta lembar uang asli, kemudian jenis uang pecahan Rp 50 ribu sebanyak tujuh lembar per satu juta lembar uang asli yang beredar.
Menurut Budi, modus yang digunakan dalam peredaran uang palsu adalah melalui pembelian barang bernilai kecil. Misalnya, membeli pulsa telepon seluler. Peredaran uang palsu di Indonesia paling banyak ditemukan di wilayah Jawa Timur, disusul di kawasan Jakarta dan sekitarnya, Jawa Tengah, Sumatra Selatan, dan Kalimantan Barat.
Eko Nopiansyah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|