Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pemerintah akan Jamin Pasokan Batubara PLN
Kamis, 03 Juli 2008 | 21:59 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah akan membuat aturan yang bisa menjamin volume pasokan batubara untuk kebutuhan PLN. Mekanisme yang akan digunakan adalah domestic market obligation (DMO).

"Secara prinsip DMO akan diberlakukan. Detailnya tercantum dalam aturan yang akan dikeluarkan pemerintah. Jadi saya tidak bisa katakan berapa persen," kata Direktur Utama PLN Fahmi Mochtar usai rapat pembangkit listrik 10 ribu megawatt di kantor Wakil Presiden, Kamis (3/7).

Fahmi mengatakan kebutuhan batubara PLN saat ini sejumlah 35 juta ton. Sedangkan kebutuhan pasokan batubara untuk pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap pertama adalah 33 juta ton. Selain itu, pembangkit listrik 3 ribu megawatt membutuhkan sekitar 10 juta ton batubara. "Artinya kebutuhan PLN sekitar 80 juta ton," ujarnya.

Menurut dia, produksi batubara dalam negeri mencapai 250 juta ton. Namun, sebagian besar batubara tersebut diekspor, sehingga PLN meminta jaminan pasokan untuk pembangkit listriknya.

Selain itu, PLN meminta pemerintah mengatur soal harga batubara tersebut. "Pricing-nya juga kami usulkan untuk diatur. Tapi bagaimana nantinya, kita lihat saja," katanya.

Ia memperkirakan, sebagian produksi listrik dari pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap pertama sudah bisa masuk tahun depan. Proyek tahap pertama tersebut selesai pada 2011. Menurut Fahmi, kebutuhan listrik pada 2011 sudah meningkat lagi. Sehingga, dibutuhkan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu megawatt tahap kedua.

Setiap pembangunan listrik, kata dia, membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun. Pemerintah berharap akhir tahun ini atau awal tahun depan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua bisa berjalan. "Sekitar 30 persen menggunakan tenaga batubara. Sisanya dari renewable energy yaitu geothermal dan air," ujarnya.

Selain itu, PLN memiliki proyek percontohan pembangkit listrik renewable energy di Bali yang menggunakan sampah dan angin. Daya yang dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga sampah adalah 15 megawatt. Diharapkan, sebagian dapat beroperasi pada Oktober 2008.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Listrik 10 ribu megawatt, Yogo Kartono, mengatakan pembangunan 10 ribu megawatt tahap pertama berenergi batubara diharapkan cepat selesai.

Selain itu, pembangkit listrik tenaga panas bumi yang menghasilkan daya 4 ribu megawatt menjadi bagian proyek pembangunan listrik 10 ribu megawatt tahap pertama. Sedangkan pembangunan pembangkit listrik tenaga air dilakukan di Jawa Barat dan Sumatera yang memiliki potensi air cukup besar.

Daya yang dihasilkan PLTA tersebut adalah 2 ribu megawatt. "Pembangunan itu diharapkan bisa menmabah kemampuan PLN memasok listrik supaya tidak ada kekurangan lagi," ujarnya.

Yogo mengatakan, rapat tersebut dihadiri oleh Menteri Perindustrian, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Menteri Perhubungan, dan beberapa pejabat Departemen Keuangan. Kurniasih Budi

Dari Arsip Majalah TEMPO
Listrik Padam, Untung Ada Bulan  | 02 Maret 1999
Bisnis Sepekan  | 25 Agustus 2003
Molor Terganjal Obligasi  | 28 Juli 2003
PLN dan Krisis Listrik  | 02 Juni 2003
Bisnis Sepekan | 26 Januari 2004
Mengantisipasi Krisis Listrik  | 28 Oktober 2002
Rokade di Ronde Terakhir  | 09 Juli 2001
Saat Gelap Menelan Ibu Kota  | 16 September 2002
Cendana: Kartu Sakti Presiden  | 26 Pebruari 2001
Bebas Giliran | 21 Mei 1977
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Krisis Listrik Hambat Pertumbuhan Industri
PLN Kewalahan Atasi Tingginya Permintaan Listrik
Enam Area di Jakarta-Tangerang Hari Ini Mati Lampu
PLN Belum Bisa Jamin Pasokan Listrik Aman
Listrik Purwokerto Padam 10 Jam Tiap Hari
Jadwal KRL Terganggu Akibat Pemadaman Listrik
70 Persen Wilayah Bogor Padam
Pemerintah Diminta Serius Tangani Listrik di Kalimantan
Presiden Minta PLN Lebih Tanggap
Para Gubernur Sumatera Keluhkan Listrik ke Presiden
> selengkapnya...

Referensi

Hemat Energi Versi PLN

Website

Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
PT PLN (Persero)

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk127451 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2008>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data