|
Pasar Perawatan Pesawat Masih Dikuasai Asing
Kamis, 26 Juni 2008 | 20:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Industri jasa perawatan pesawat di Indonesia hanya mampu menyerap 40 persen permintaan pasar jasa perawatan. Sisanya, 60 persen, diserap perawatan pesawat asing. Sementara permintaan jasa perawatan pesawat di Indonesia mencapai US$ 800 juta atau sekitar 7,4 triliun setahun.
Ketua Umum Indonesian Aircraft Maintenance Shop Association (IAMSA), Agus Supraptomo, mengatakan permintaan jasa perawatan pesawat diprediksi akan terus meningkat. Pertumbuhan di Asia Pasifik mencapai 10 persen dan pertumbuhan di dunia mencapai 5 persen.
Sekitar 67 persen bisnis perawatan pesawat di Indonesia dikuasai PT GMF AeroAsia. Sementara 16 persen dikuasai PT Nusantara Turbin dan Propulsi, PT Merpati Maintenance Facility, PT Aircraft Services, dan PT Indopelita Air Services. Sisanya dikuasai pasar perawatan pesawat kecil.
Untuk meningkatkan kapasitas perawatan pesawat nasional, kata Agus, IAMSA minta dukungan pemerintah, seperti mendorong penyedia sewa pesawat bekerja sama perawatan dengan industri nasional untuk pesawat yang teregister Indonesia (PK). Sebab selama ini, kerja sama perawatan pesawat tergantung perjanjian antara lessor dengan operator pemakai pesawat.
Harun Mahbub
INDEKS BERITA LAINNYA :
|