|
Lahan Tani Menyusut 5 Persen Pertahun
Senin, 02 Juni 2008 | 16:41 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Penyusutan lahan pertanian menjadi non pertanian di Indonesia mencapai lima persen setiap tahun. Hal itu dihitung dari pertambahan jumlah penduduk sekitar 1,3 persen pertahun.
"Berarti setiap tahun sekurang-kurangnya 2,6 juta penduduk baru perlu disediakan pangan, sandang, dan tempat tinggal," kata Bambang Djadmo Kertonegoro saat menyampaikan pidato pengukuhan sebagai Guru Besar Ilmu Fisika Tanah pada Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada (UGM) di Balai Senat UGM, kemarin.
Penyusutan lahan, ia melanjutkan, juga terjadi di seluruh dunia. Selama produksi pangan, sandang, dan tempat berteduh manusia masih bergantung pada hasil-hasil pertanian, kata dia, penyempitan lahan pertanian akan tetap menjadi ancaman hidup manusia di masa mendatang.
Pencampuran jenis tanah, menurut Bambang, bisa menjadi alternatif jalan keluar karena pada hakikatnya memiliki kesamaan filosofi dengan pemuliaan tanaman. Langkah ini lebih baik karena tidak memakai bahan-bahan kimia yang berpotensi mencemari lingkungan. "Pemarelan atau pencampuran pun tak hanya dapat dilakukan pada tanah mineral, tapi juga bisa dilakukan untuk tanah gambut," kata Bambang.
Oleh karena itu, ia melanjutkan, sisa lahan yang umumnya marjinal seperti lahan gambut, pasir pantai, karst atau kapur, perlu ditingkatkan produktivitasnya melalui berbagai teknologi inovatif. Muh Syaifullah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|