|
Bush dan The Fed Bergerak Atasi Sub-prime Mortgage
Minggu, 02 September 2007 | 08:46 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden George W. Bush dan Bank Sentral Amerika Serikat (The Federal Reserve) masing-masing mengeluarkan kebijakan untuk mengatasi krisis keuangan akibat kredit macet hipotek perumahan (subprime mortgage).
Bush mengumumkan, Jumat lalu (31/8) waktu setempat, kebijakan itu untuk para pemilik rumah yang berjuang membayar utang-utangnya. Sementara itu, pimpinan The Fed, Ben Bernanke, mengisyaratkan kembali memangkas suku bunga untuk mendorong stabilitas pasar finansial. "Kerugian telah melewati proyeksi paling pesimis," ujar Bernanke.
Krisis subprime mortgage di AS bersumber dari kegagalan masyarakat peminjam berisiko tinggi dengan peringkat kredit yang buruk atau berpenghasilan kecil. Krisis ini telah menjungkalkan pasar finansial negeri Paman Sam ini sejak akhir Juli lalu yang merembet ke pasar finansial global di Eropa, Asia, termasuk Indonesia.
Bush mengatakan, kebijakan yang akan ditempuhnya bertujuan menghentikan semakin banyak masyarakat yang tidak bisa membayar utang dan memberi kesempatan kepada mereka untuk tetap memiliki rumah tersebut.
Kebijakan itu termasuk reformasi undang-undang pajak dalam membantu keuangan para peminjam bermasalah. Namun, Bush menambahkan bukan tugas pemerintah untuk memberikan dana talangan. "Kekacauan yang terjadi akhir-akhir ini dalam industri sub-prime mortgage wajar jika dikaitkan dengan ekonomi kita (AS)," ujar Bush, "Tapi jika keluarga anda termasuk dalam pembayar kredit yang bermasalah, masalah ini tidak tampak wajar lagi."
Bernanke menegaskan The Fed tidak bekerja melindungi para peminjam atau investor yang telah mengambil keputusan finansial. Namun, ia mengatakan The Fed siap mengambil langkah pendukung yang diperlukan untuk menyediakan likuiditas dan mendorong fungsi pasar.
Dalam pertemuan Komite Federal Pasar Terbuka (FOMC) pada 18 September mendatang, The Fed akan menetapkan suku bunga . Pelaku pasar berspekulasi The Fed kembali akan memotong bunga dan biaya pinjaman untuk mengendorkan masalah likuiditas sebelumnya dalam pasar keuangan.
BBC|Sorta Tobing
INDEKS BERITA LAINNYA :
|