|
Harga Telur Melonjak Jadi Rp 13.900 per Kilogram
Senin, 20 Agustus 2007 | 18:03 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Harga telur melonjak tajam hingga menjadi Rp 13.900 per kilogram. Menurut Asosiasi Peternakan, kenaikan harga itu bukan karena kenaikan permintaan menjelang bulan Puasa dan Lebaran tahun ini.
Menurut Kepala Pusat Informasi Pasar, Gabungan Orang Peternak Ayam Nasional (GOPAN), Hartono, kenaikan harga telur justru mengikuti kenaikan harga pakan ternak yang terbuat dari jagung dan daging sapi.
"Harga jagung saat ini naik hingga 40 persen dari harga dasar Rp 800 per kilogram menjadi Rp 2000 per kilogram," ujar Hartono kepada TEMPO, sore ini.
Menurut dia, sangatlah tidak sebanding apabila harga telur disejajarkan dengan harga daging sapi yang mencapai Rp 50.000 per kilogram. "Padahal pakan ternak, menggunakan daging sapi dan jagung," ujar Hartono.
Hartono menegaskan, seharusnya harga telur di kalangan peternak dan petani mencapai Rp 25.000 per kilogram. Mengingat biaya produksi dari peternak mencapai Rp 560 per butir. "Dengan biaya produksi sebesar itu, kami hanya menjual telur Rp 600 per butir, apa tidak kasihan dengan petani dan peternak?" ujarnya.
Saat ini harga telur di kalangan peternak Rp 9.400, sedangkan harga eceran mencapai Rp 10.500. Hartono menjamin ketersediaan telur hingga bulan Puasa dan LOebaran nanti tetap mampu dipenuhi. "Pemerintah tidak perlu impor," ujar Hartono.
Asumsi GOPAN, masyarakat Indonesia mengkonsumsi telur per hari sebanyak 2.600 ton per hari. Pemenuhan kebutuhan telur ini diambil dari 100 juta ekor induk unggas. Dengan bertambahnya konsumsi telur mendekati Lebaran nanti, GOPAN menjamin, kenaikan harga telur tidak akan melambung tinggi. "Pertambahan konsumsinya paling hanya 10 persen (sekitar 250 ton), tidak begitu besar jumlahnya,' ujar Hartono.
Cheta Nilawaty
INDEKS BERITA LAINNYA :
|