Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bulog Akan Pangkas Impor Beras 200 Ribu Ton
Jum'at, 17 Agustus 2007 | 09:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Perum Bulog berancang-ancang untuk memangkas jumlah impor beras pada tahun ini. Langkah ini diambil untuk memaksimalkan pengadaan beras dari para petani.

Direktur Utama Perum Bulog Mustafa Abubakar mengatakan, langkah ini akan dieksekusi jika kondisi suplai beras dalam negeri tidak terganggu bahaya kekeringan.

"Kita mungkin tidak perlu sampai mengimpor 1,5 juta ton. Cukup 1,3 juta ton saja, selebihnya digeser ke tahun depan," kata Mustafa kepada pers di Gedung DPR/MPR.

Menurut Mustafa, kontrak impor yang telah dibuat hingga akhir tahun memang sekitar 1,5 juta ton. Tapi tidak berarti seluruh kontrak itu akan digunakan.

Saat ini, stok beras Bulog sudah mencapai sekitar 1,67 juta ton. Ini bisa bertahan hingga delapan bulan nanti. Targetnya, stok ini akan ditambah hingga dua juta ton.

Impor beras tahun ini, lanjut dia, sudah mencapai sekitar 734 ribu ton. Pemerintah sendiri masih mengupayakan untuk membeli beras lokal sebanyak 200 ribu ton dalam empat bulan ke depan.


BUDIRIZA

Dari Arsip Majalah TEMPO
Akan Ada Raja Beras Baru?  | 27 Oktober 1998
Bisnis Sepekan | 08 November 2004
Badan Urusan (Logistik) Pesawat  | 29 Juni 2003
Penjelasan Bulog  | 29 Juni 2003
Barter: Bisa Untung, Bisa Rugi  | 23 Juni 2003
Akibat Pesawat Ditukar Beras…  | 23 Juni 2003
Bisnis Sepekan | 26 Januari 2004
Intaian di Balik Tata Niaga  | 19 Januari 2004
Politik Beras  | 26 Mei 2003
Bupati Sampang Bebas  | 12 Januari 2004
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Stok Raskin di Bulog Surakarta Berlebih
Malang Tingkatkan Produksi Benih
Bulog Solo Tambah Volume Pengadaan Beras
Bulog Jawa Tengah Siapkan Dana Rp 1,4 Triliun
Bantuan Benih Terlambat, Target Beras Tak Terpenuhi
Bulog Yogyakarta Hanya Mampu Beli 6.500 Ton Beras
Bahas Beras dalam Negeri, Presiden Bertemu Organisasi Petani
Bulog Lambat Serap Gabah Petani
Bulog Solo Baru Serap 1 Persen Gabah Petani
Kejaksaan Mulai Sita Dokumen di Rumah Widjanarko
> selengkapnya...

Referensi

Skandal Bulog
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
PP RI No.68 Thn 2002 Tentang Ketahanan Pangan
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk105765 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2007>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data