|
Asing BIsa Beli Saham BNI Lebih dari 50 Persen
Selasa, 07 Agustus 2007 | 15:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Porsi kepemilikan investor asing pada saham PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BNI) yang dijual dalam penawaran saham kedua bisa melebihi 50 persen.
Menurut Direktur Utama PT Bahana Securities Heri Sunaryadi, skema awal kepemilikan saham BNI antara asing dan domestik ditetapkan sama rata sebanyak 50-50. Namun, investor asing bisa membeli lebih dari jatah tersebut apabila pada akhir masa penjatahan masih terdapat sisa saham bank milik pemerintah tersebut. “Porsi asing dan lokal masih harus menunggu akhir penjualan pada 22 Agustus mendatang," katanya di Jakarta, Selasa (7/8).
Dia mengatakan, penjualan saham BNI ke investor tertentu juga masih harus menunggu hasil penjualan oleh 24 sindikasi sekuritas. Dia mengakui akan sulit melarang para anggota sindikasi emisi tidak akan menjual saham BNI ke asing. "Itu bergantung mereka," ujarnya. “Jatah 2,5 persen saham BNI untuk investor retail juga bisa diserap asing,” dia menambahkan.
Namun, dia menegaskan, kebijakan akhir soal presentase kepemilikan saham BNI antara asing dan lokal akan ditentukan pemerintah . "Kami kan cuma menjual, terserah pemerintah nantinya," ujarnya.
Penjamin emisi saham BNI terdiri atas 24 perusahaan dengan Bahana Securities sebagai penjamin utama. Bahana Sekurities menjual sebanyak 81,81 persen atau 2,842 miliar lembar dari total saham yang ditawarkan sebanyak 3,475 miliar lembar. Adapun sisanya 18,19 persen dijual oleh anggota sindikasi 23 perusahaan. Harga yang ditawarkan sebesar Rp. 2050,- per lembar saham.
Menurut Heri, pihaknya menunjuk JP. Morgan sebagai agen penerbit saham ke luar negeri. "Mereka juga lakukan stabilitas harga sahamnya," terangnya.
Rafly Wibowo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|