Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Departemen Pertanian Bangun 100 Sumur Resapan
Senin, 23 Juli 2007 | 11:31 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Pertanian membangun 100 buah sumur resapan di sekitar areal kantor dalam rangka menambah jumlah pasokan air selama musim kemarau. Satu sumur resapan menghabiskan biaya Rp 500 ribu.

Menurut Direktur Jenderal Pengolahan Lahan dan Air Departemen Pertanian Hilman Manan, pembangunan sumur resapan merupakan bentuk realisasi program Gerakan Kemitraan Nasional Penyelamatan Air (GKNPA) 11 Departemen.

GKNPA yang sudah dicanangkan sejak 2005 ini memprioritaskan kegiatan penyelamatan air melalui pembangunan saluran irigasi dan sumur resapan. Didalamnya juga meliputi kegiatan penghijauan, konservasi lahan dan budi daya pertanian.

Meskipun mencangkup banyak kegiatan pertanian, Hilman mengatakan, kegiatan ini bukan hanya tanggung DEpartemen Pertanian, tetapi juga 11 Departemen terkait yang antara lain meliputi, Departemen Pertanian, Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Kehutanan, Departemen Sosial, Departemen Transmigrasi.

Hilman juga menyampaikan, Pulau Jawa merupakan daerah yang menjadi prioritas utama untuk dibangun sumur resapan. "Saat ini daerah yang paling mendesak butuh air banyak adalah Pulau Jawa," ujar Hilman, usai acara penutupan Hari Krida Pertanian ke-35 di Lapangan Departemen Pertanian, Senin lalu (22/07).

Menurut Hilman penggunaan air di Pulau Jawa sudah berlebihan. Dalam setiap kabupaten ada 1000 buah pompa yang dibangun untuk menyedot air. Pompa tersebut menyedot air tanah 2 liter per detik dan pompa tersebut dinyalakan sehari selama 8 jam. "Jadi bisa dibayangkan berapa air yang terambil pada saat musim kemarau," ujarnya.

Hilman menambahkan, jumlah air yang diserap ke dalam tanah sangat mempengaruhi produksi pertanian. Dikatakannya, bila jumlah air dalam tanah berkurang, maka rongga di dalam tanah akan bertambah. Ronga tersebut harus segera diisi air agar tidak menyebabkan abrasi atau degradasi lahan. "Degradasi lahan sangat mempengaruhi jumlah produksi pertanian secara nasional," ujarnya.

Cheta Nilawaty


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk104161 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< July,2007>>
MSnSl RK JS
01 02 03 04 05 06 07
08 09 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data