|
Angka Pembajakan Piranti Lunak Berpotensi Turun
Rabu, 04 Juli 2007 | 16:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Asosiasi Piranti Lunak Indonesia (Aspiluki) memperkirakan angka pembajakan piranti lunak (software) pada semester kedua tahun ini akan terus menurun.
Menurut Djarot Subiantoro, hingga akhir semester pertama 2007, angka pembajakan memang hanya turun dua persen saja. Namun, dia optimistis angka pembajakan akan menurun drastis minimal dua persen lagi. Salah satu penyebabnya masyarakat semakin mudah mendapatkan piranti lunak berbasis open source.
Saat ini, kata dia, open source sudah menjadi alternatif yang mudah dan murah bagi para pengguna komputer. “Jika mereka tidak mampu membeli piranti lunak berlisensi, mereka bisa menggunakan software berbasis open source," ujarnya kepada Tempo di Jakarta, Rabu (4/7).
Vice President dan Direktur Aliansi Bisnis Software (BSA) untuk Asia Pasific Jeffrey J. Hardee pernah menyatakan, penurunan angka pembajakan piranti di Indonesia masih sangat lambat dibandingkan dengan Cina. Dalam tiga tahun Cina telah menurunkan angka pembajakan mencapai 10 poin, sedangkan Indonesia hanya turun tiga poin saja.
Para pengusaha piranti lunak, kata Djarot, tidak menargetkan angka penurunan yang harus dicapai. Dari sisi industri, pengusaha hanya bisa meningkatkan alternatif-alternatif penggunaan piranti lunak sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan. "Sweeping software bajakan jelas mampu menurunkan angka pembajakan. Tapi itu tidak populer dilakukan oleh pengusaha. Itu urusan polisi," ujarnya.
MUSLIMA HAPSARI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|