Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Indonesia Ditargetkan Masuk Lima Besar Dunia
Kamis, 22 Maret 2007 | 15:15 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Yayasan Indonesia Forum memproyeksikan Indonesia akan menjadi bagian dari lima besar kekuatan ekonomi dunia dengan pendapatan per kapita sebesar US$ 18 ribu pada 2030. Yayasan juga memproyeksikan, 30 perusahaan Indonesia akan masuk daftar Fortune 500 companies.

“Itu cita-cita maha besar," tutur Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam acara pemaparan Visi Indonesia 2030 oleh Yayasan Indonesia Forum yang diketuai pengusaha Chairul Tanjung dengan para pembina Yayasan beberapa menteri ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu, Kamis (22/3) di Istana Negara.

Presiden mengakui, kebangkitan bangsa Indonesia agak terlambat meski di abad 19, ekonomi Indonesia sudah
berintegrasi dengan ekonomi kawasan dan dunia. Namun, ia yakin di abad 21 Indonesia dapat mencapai cita-citanya karena Indonesia selalu dapat mengatasi persoalan bangsa dan telah teruji dalam sejarah. “Bangsa besar adalah bangsa yang bisa mewujudkan mimpinya.”

Meski tidak bermaksud membandingkan, Presiden mengatakan, pemerintah juga telah memiliki rencana pembangunan nasional 2005-2005 yang tertuang dalam Undang-undang Nomor 17 tahun 2007.

UU itu menetapkan delapan langkah pembangunan di antaranya masyarakat yang bermoral, berbudaya dan beradab, masyarakat demokratis berbasis hukum, Indoensia
yang aman,damai dan bersatu, pemerataan pembangunan yang berkeadilan, Indonesia asri dan lestari.

“Kuncinya adalah komitmen pemimpin nasional dan konsistensi kesinambungan dalam pembangunan 5 tahunan serta keberfihakan yang kuat terhadap rakyat,” tutur Presiden.

Dalam presentasinya, Yayasan Indonesia Forum mengatakan bahwa Indonesia yang saat ini masuk negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income) akan mempertahankan posisinya hingga 2015.

Namun selanjutnya Indonesia akan masuk sebagai negara berpendapatan menengah ke atas (upper middle income) dengan asumsi pertumbuhan ekonomi riil 7,62 persen per tahun, laju inflasi rata-rata 4,95 persen per tahun, pertumbuhan penduduk rata-rata 1,12 persen per tahun.
Kemudian pada 2030 memiliki pendapatan per kapita US$ 18 ribu. Dengan jumlah penduduk 285 jiwa, pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia mencapai US$ 5,1 triliun dan Indonesia masuk dalam 5 besar perekonomian dunia.

Perekonomian nasional akan dimotori sektor jasa yang akan mencapai momentumnya pada 2020 dan tumbuh lebih cepat dari sektor industri. Pada 2025, kontribusi sektor jasa dalam GDP akan mengungguli sektor industri.

“Proyeksi itu bukan tanpa perhitungan. Saya melihat Presiden justru sangat yakin meski kondisi masyarakat kita kurang mendukung. Kalau bercita-cita saja
tidak berani, bagaimana mau maju,” tegas Chairul Tanjung dalam konferensi pers di samping Istana Negara


BADRIAH


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk96071 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data