Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Operator Penerbangan Nasional Tak Ada yang Sehat
Jum'at, 23 Pebruari 2007 | 09:53 WIB

TEMPO Interaktif, Solo:Kecelakaan di sektor transportasi nasional, terutama di dunia penerbangan, diperkirakan akan terus terjadi. Bahkan tiga tahun ke depan akan terjadi "booming" kecelakaan apabila pemerintah tidak bertindak serius melakukan penyehatan operator penerbangan.

Anggota Komisi Perhubungan DPR RI, Sumaryoto, menilai saat ini tidak ada operator penerbangan yang bisa dikategorikan sebagai perusahaan sehat.

"Garuda dan Merpati saja tidak sehat. Saya yakin kalau semua operator penerbangan nasional kita itu tidak ada yang sehat. Bagaimana akan melayani penumpang dengan selamat bila perusahaannya saja tidak sehat. Kalau Departemen Perhubungan tidak segera membenahi tingkat kesehatan operator penerbangan, saya khawatir tiga tahun lagi akan terjadi booming kecelakaan," kata dia, Jum'at (23/2).

Pernyataan politisi PDI Perjuangan ini menanggapi beruntunnya kecelakaan yang terjadi, terutama di dunia penerbangan. Secara khusus dia mengatakan Maskapai Adam Air dapat dikatakan sebagai perusahaan yang sudah sakit menyusul terjadinya berbagai kecelakaan pesawat Adam Air. "Terutama dengan hilangnya pesawat beserta seluruh penumpangnya. Adam Air itu sudah sakit sebagai sebuah perusahaan penerbangan," katanya.

Menurut Sumaryoto, tindakan yang dilakukan pemerintah, dalam hal ini Departemen Perhubungan, dalam menyikapi kecelakaan yang terjadi pun hanya tindakan reaktif yang tidak berdampak apapun terhadap penyelamatan industri penerbangan.

"Karena kesehatan perusahaan tidak dijamah. Dephub seharusnya menunjuk akuntan publik untuk melakukan audit manajemen dan keuangan agar diketahui kesehatan perusahaan. KNKT juga, jangan hanya meneliti tujuh pesawat Boeing 747-300-nya saja, tetapi juga seluruh pesawat milik Adam Air, termasuk meneliti manajemen pemeliharaannya," katanya.

Sumaryoto menegaskan agar Dephub bertindak cepat untuk melakukan langkah penyehatan perusahaan transportasi nasional, baik transportasi udara, laut dan darat, termasuk kereta api. Dia khawatir kalau pemerintah terlambat bertindak, maka tragedi di dunia tranportasi tidak bisa lagi dicegah. "Saat ini sudah bisa dibilang di bidang transportasi itu telah KLB atau Kejadian Luar Biasa karena kecelakaan terus terjadi, " kata Sumaryoto lagi.

Imron Rosyid

Dari Arsip Majalah TEMPO
Setelah Tragedi Lion Air | 06 Desember 2004
Misteri Lion di Kedung Gobyah | 06 Desember 2004
Tabrakan Maut di Situbondo | 13 Oktober 2003
Album | 26 Januari 2004
Menguak Tewasnya 148 Penumpang  | 12 Januari 2004
Twin Otter Jatuh di Papua  | 05 Mei 2003
Penyebab Jatuhnya Heli Masih Gelap  | 10 Maret 2003
Pesawat Jatuh  | 10 Maret 2003
Lokasi Baru Jatuhnya Pesawat Deraya  | 17 Pebruari 2003
Pesawat Cessna Jatuh  | 10 Pebruari 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Adam Air Diduga Hilangkan Barang Bukti
Penumpang Adam Air Kembalikan Tiket
Polonia Cek Ulang Seluruh Pesawat Adam Air
ANTA Tour Tak Layani Tiket Adam Air
Penumpang Adam Air di Yogyakarta Tak Kembalikan Tiket
Adam Air Manado Hentikan Kegiatan
Penumpang Gugat Maskapai Adam Air
Adam Air : Pilot Terjebak Angin
Tujuh Pesawat Adam Air Dilarang Terbang
Saat Adam Air Mendarat Cuaca di Bandara Juanda Buruk
> selengkapnya...

Referensi

Pesawat Cassa 212 PK 2032
PP RI No. 3 Tahun 2001 Tentang Keamanan dan Keselamatan Penerbangan
MAUT DI 35 RIBU KAKI

Website

Departemen Perhubungan dan Telekomunikasi
Lion Air

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [2]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk94058 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2007>>
MSnSl RK JS
    01 02 03
04 05 06 07 08 09 10
11 12 13 14 15 16 17
18 19 20 21 22 23 24
25 26 27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data