|
Pengamat: Privatisasi Jangan Untuk Menutup Defisit
Rabu, 21 Pebruari 2007 | 03:10 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Ekonom Institute for Development Economic and Finance Fadhil Hasan menilai pemerintah tidak arif jika privatisasi terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) cenderung digunakan untuk menutup defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Seharusnya, kata Fadhil, menutup defisit anggaran dari BUMN bukan diambil dari privatisasi tetapi dari perolehan deviden BUMN atau pajak BUMN.
"Kalau pemerintah menginginkan tambahan dana dari BUMN seharusnya dari devidennya bukan privatisasi yang dinaikkan," kata Fadhil ketika dihubungi di Jakarta. Privatisasi, menurut dia, harus konsisten pada tujuan sebenarnya yaitu untuk meningkatkan efisiensi dan untuk mengembangkan usaha dari BUMN itu sendiri.
Hasil dari privatisasi, Fadhil menerangkan, bukan untuk defisit anggaran maupun untuk menambah penyertaan modal negara di BUMN lainnya tetapi harus dikembalikan untuk BUMN yang diprivatisasi itu untuk mengembangkan usaha. Sementara penyertaan modal negara harusnya dilakukan sendiri oleh pemerintah.
Agus Supriyanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|