|
Bank Dunia Perkirakan Pendapatan Migas Indonesia Menurun
Senin, 12 Pebruari 2007 | 18:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pendapatan Indonesia di sektor minyak dan gas, diperkirakan tahun ini akan menurun. Menurut perkiraan Bank Dunia penurunan itu dari 34 persen menjadi 20 persen. Nilainya sekitar Rp 228 triliun.
Senior Advisor Extractive Industries Transparency Initiative (EITI), David W. Brown, mengatakan penyebabnya adalah penurunan harga minyak mentah dunia. Padahal penerimaan pemerintah di sektor ini amat besar. Brown menyarankan agar Indonesia menggali penerimaan negara dari sumber lain. Seperti optimalisasi penerimaan pajak dari industri-industri di sektor migas. "Negara harus rajin mengumpulkan pajak," katanya.
Indonesia juga bisa melakukan efisiensi biaya produksi. Cara ini pernah sukses diterapkan di Nigeria. Dari efisiensi itu, pendapatan negara bisa ditingkatkan sebesar US$ 2,2 miliar pada tahun 2004 dan 2004.
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan sektor energi berperan penting dalam penerimaan negara. "Energi memberikan efek multiplier pada kehidupan masyarakat," katanya dalam sambutan di acara Norwegian-Indonesian Petroleum Seminar di Hotel JW Marriott hari ini. Kata dia, sektor energi menyumbang sekitar 34 persen dari penerimaan negara atau senilai Rp 228 triliun pada tahun lalu.
Nieke Indrietta
INDEKS BERITA LAINNYA :
|