|
Akses Internet Mulai Pulih
Sabtu, 30 Desember 2006 | 00:48 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Setelah sempat terputus selama dua hari, akses komunikasi internet dan sambungan langsung internasional dari kawasan Asia ke Amerika kemarin mulai pulih. Meskipun belum pulih sepenuhnya, jutaan pengguna internet di Asia kemarin sudah mulai bisa membuka surat elektronik dan situs-situs internasional lainnya yang berbasis di Amerika Serikat.
Operator-operator telepon di Asia mengaku layanan telepon dan akses internet (web) mereka sudah mulai pulih. China Network Communications Group Corp., operator telepon kedua terbesar di Cina, dan PCCW Ltd. (Hong Kong) mengatakan, layanan telepon mereka sudah normal.
Operator telepon seperti Singapore Telecommunications Ltd. (Singapura) dan KT Corp. (operator telepon terbesar di Korea) terpaksa memindahkan saluran komunikasi itu antara lain lewat satelit untuk mengatasi kemacetan lalu lintas data ini.
Akibat terjadinya gempa 7,2 skala Richter di Taiwan Selasa malam lalu, setidaknya empat kabel serat optik bawah laut putus. Padahal, jalur lalu lintas data ini menghubungkan Asia dengan sebagian besar wilayah dunia lainnya, terutama ke Amerika Serikat. Jalur komunikasi dari Asia ke Amerika pada Rabu dan Kamis lumpuh.
“Layanan telepon mulai pulih setelah operator memindahkan jalur komunikasi melalui Eropa,” kata Su Wei-Chou, Direktur Manajemen Pelanggan Reach Ltd., operator telepon kabel di Hong Kong.
Operator telepon di Indonesia juga cepat-cepat melakukan pemidahan jalur komunikasi data dari jaringan kabel serat optik yang terputus ke satelit. Menurut Deputi Kepala Divisi Multimedia PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (Telkom) Ruslan Rustam, Telkom telah mengoptimalkan penggunaan kapasitas satelit milik sendiri.
“Kami berhasil memaksimalkan kapasitas menjadi 20 persen. Sebelumnya, kami hanya mampu menggunakan 10 persen saja,” kata Ruslan kepada Tempo kemarin.
PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. (Indosat) juga telah mengalihkan kepadatan lalu lintas data akibat terputusnya kabel bawah laut itu ke satelit Intelsat dan mengoptimalkan penggunaan satelit milik sendiri, Palapa C2.
Menurut juru bicara Indosat Adita Irawati, perseroan juga mengalihkan lalu lintas data ke kabel bawah laut lain. “Kami alihkan ke kabel laut lain melalui rute Australia dan Eropa," kata Adita pada kesempatan terpisah.
Indosat, dia menambahkan, juga telah menambah kapasitas jaringan internet (Internet Protocol) melalui mitra Indosat di Australia dan Singapura. Sedangkan untuk layanan telepon malah sudah pulih terlebih dulu Rabu lalu. "Layanan telepon sudah pulih 100 persen dan teratasi lebih awal," ujarnya.
Seperti diketahui, akibat terputusnya kabel bawah laut, kapasitas saluran lalu lintas data operator telepon anjlok drastis. Kapasitas Telkom misalnya, anjlok lebih dari 88 persen menjadi 145 megabyte per second dari total kapasitas 1,3 gigabyte per second. Indosat dan PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL) lalu lintas datanya juga turun 80 persen.
Pakar telekomunikasi dari Universitas Gadjah Mada Roy Suryo mengatakan, pemerintah dan penyelenggara jasa internet memang harus segera mencari jalur alternatif lain. Indonesia bisa memanfaatkan jalur lewat Madagaskar atau Australia yang selama ini hampir tidak pernah dipergunakan.
Meskipun demikian, dia mengakui, jalur ini memang lebih memutar dan biayanya sedikit lebih mahal dibanding menggunakan jaringan kabel Asia Pasifik.
Bloomberg/AFP/Grace/Eko/Wahyudin/Riky/Syaiful
INDEKS BERITA LAINNYA :
|