Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Bursa Indonesia Terbaik Ketiga Sedunia
Kamis, 28 Desember 2006 | 18:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Jakarta (BEJ) mencatat kinerja pertumbuhan tertinggi nomer tiga sedunia, di bawah China dan Rusia.

Dilihat dari pertumbuhan bursa se Asia Pasifik, indeks juga menempati urutan ke tiga. Posisi Indonesia setelah bursa Shanghai dan Shenzhen.

Pada penutupan perdagangan akhir tahun, bursa pun kembali memecahkan rekor di posisi 1805,523 poin.
"Rekor yang terus baru menandakan indikator kepercayaan kepada ekonomi secara keseluruhan," kata Menteri Keuangan, Sri Mulyani dalam sambutan penutupan perdagangan, Jakarta (28/12).

Sri mengingatkan, agar kenaikan ini perlu diimbangi dengan kewaspadaan berupa peningkatan kinerja regulator.

Peringkat ketiga di dunia dan Asia Pasifik, dihitung dari kinerja bursa pada sehari sebelum penutupan akhir tahun atau pada perdagangan pada 27 Desember 2006 ketika indeks ditutup pada posisi 1803,264 atau menguat 640,724 poin (55,1 persen) dibandingkan posisi awal tahun 2006 pada level 1162,64.

Selain penilaian kinerja pertumbuhan bursa, pasar modal Indonesia mendapatkan apresiasi dalam perlindungan investor minoritas dari World Economic Forum di Davos, Swiss. Pasar modal Indonesia memperoleh posisi ke 9 dari 125 bursa di dunia. Poin yang diperoleh sebesar 5,7 dari angka 7 sebagai poin tertinggi. Penilaian berdasarkan aturan pasar modal Indonesia yang dinilai memberikan perlindungan pada investor minoritas, diantaranya aturan dalam transaksi materiil.

Pertumbuhan bursa yang pesat, dilihat dari nilai kapitalisasi pasar, yang mencapai Rp 1.246 triliun atau mengalami peningkatan 55,56 persen dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp 801 triliun.

Total nilai transaksi saham di BEJ sampai dengan 27/12 mencapai Rp 443,0 triliun atau meningkat 9,11 persen dibandingkan total transaksi tahun 2005 sebesar Rp 406 triliun. Transaksi harian bursa pun meningkat 10,18 persen dari Rp 1,67 triliun per hari di tahun 2005 menjadi Rp 1,84 triliun per hari.

Investor asing masih mendominasi kepemilikan saham sebanyak 73 persen dengan nilai aset saham sebanyak Rp 515,824 triliun. Sisanya dimiliki investor lokal sebanyak 27 persen dengan nilai aset Rp 187,537 triliun. Sementara itu, investor lokal mendominasi kepemilikan obligasi sebanyak 95 persen dengan nilai Rp 60,437 triliun. Kepemilikan investor asing sebanyak 5 persen memiliki aset obligasi dengan nilai Rp 3,285 triliun

Menurut Ketua Bapepam, Fuad Rahmany, prioritas tahun 2007, otoritas pasar modal akan memprioritaskan pada penegakan hukum. Penegakan hukum ini penting untuk menjaga kredibilitas dan kepercayaan pasar. "Kami akan memperbaiki aturan, penindakan dan pengembangan kapasitas regulator," kata Fuad.

Selama tahun 2006, Bapepam telah menyusun 11 peraturan tambahan. Menurutnya, secara kuantitas jumlah penegak hukum telah memadai, namun secara kualitas perlu ditingkatkan. "Kualitas untuk melakukan pengawasan kepada emiten itu perlu ditingkatkan setiap saat," katanya.

Dari kasus yang ditangani Bapepam, kata Fuad, diantaranya berkas penyidikan PT Great River International Tbk., telah diserahkan ke Kejaksaan Agung pada tanggal 20 Desember 2006 dengan empat direksi menjadi tersangka. Selama tahun 2006, Ba-pepam-LK telah memproses delapan kasus dugaan perdagangan saham yang tak wajar di BEJ. Dari 8 kasus telah diselesaikan 5 kasus dengan perincian 1 kasus sebagai persengkokolan dan 3 kasus transaksi semu dan 1 kasus tak terbukti pelanggaran. Dari kasus itu, sebanyak 4 kasus dilimpahkan ke Biro Pemeriksaan dan Penyidikan.

Ekonom Standard Chartered, Fauzi Ichsan, menilai bursa masih berpeluang meningkat tahun depan pada kisaran 2.200-2.250. Indikator suku bunga Bank Indonesia yang sudah menurun, nilai Rupiah yang stabil dengan perkiraan Rp 8.600, serta penurunan suku bunga dolar akan meningkatkan pasar modal.

Namun, dia mengkhawatirkan, apabila sektor riil tak kunjung memperoleh perbaikan peningkatan sektor keuangan dan finansial yang semakin pesat dan mandegnya sektor riil akan menimbulkan ekses likuiditas semakin besar. "Saat ini saja ekses likuiditas pemerintah sekitar Rp 120 triliun," ujar Fauzi.

Perhitungannya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah menyimpan dana di Sertifikat di Bank Indonesia masing-masing Rp 70 triliun dan Rp 50 triliun.

Dia juga menyatakan, sektor finansial yang terlalu pesat, akan berbahaya apabila terjadi konflik regional. "Dalam sekejap, bisa ditukarkan ke dalam dolar," katanya. (Yuliawati | Wahyudin Fahmi)

Dari Arsip Majalah TEMPO
Bisnis Sepekan | 28 Maret 2005
Cuci Uang di Balik Spekulasi | 14 Maret 2005
Teruk Tersodok Piutang Seret | 14 Pebruari 2005
Mengincar Demam Januari  | 15 Desember 1998
Aksi Borong, Siapa Sokong?  | 01 Desember 1998
Belanja Bank di Tengah Krisis  | 31 Mei 1999
IHSG Empat Digit | 15 November 2004
Kado Menjelang Akhir Tahun | 15 November 2004
Kiss Goodbye untuk Bursa Jakarta  | 05 Januari 1999
Semprit Lirih buat Lippo  | 08 September 2003
>>selengkapnya ::


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indonesia Air Transport Targetkan Tumbuh 15 Persen
BEJ Akan Tegur Hero Karena Tak bagikan Dividen
Pemegang Saham Bursa Efek Jakarta Setuju Merger
Bursa Sepi Sentimen
Artha Era Primayasa Lepas Sebagian Saham Kepada Investor Asing
BEJ Segera Follow Up Privatisasi 20 BUMN
Aksi Ambil Untung Bayangi Indeks Saham
Menteri Keuangan Minta Pelaku Pasar Modal Memegang Kepercayaan
Bukopin dan Tiga Bank Swasta Akan Masuk Bursa Pada 2006
Salim Ivomas Ambil Alih Convertible Bonds US $ 16,41 Juta
> selengkapnya...

Referensi

PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Jakarta

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk90185 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2006>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data