|
Penurunan BI Rate 2007 Bakal Lambat
Kamis, 14 Desember 2006 | 10:02 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Kendati kondisi makroekonomi tahun depan diprediksi membaik, Bank Indonesia mengisyaratkan penurunan tingkat suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) tidak akan seagresif tahun ini.
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Miranda S. Goeltom menegaskan penurunan BI Rate, yang menjadi acuan suku bunga perbankan, akan lebih lambat daripada tahun ini. Menurut dia, penurunan BI Rate yang mencapai 300 basis point sepanjang tahun ini sudah merupakan puncak dari pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral.
"Tahun ini sudah (ada penurunan) 300 basis point. Sangat mustahil kalau tahun depan kita turunkan 300 basis point lagi," ujar Miranda.
Dia menambahkan, penurunan yang terlalu agresif tahun depan dikhawatirkan akan menimbulkan gejolak di pasar. Apalagi jika mengingat target inflasi tahun depan enam plus-minus satu persen.
Menurut Miranda, dari sisi differential interest rate, kebijakan itu tentunya bukan semata-mata pertanda sikap dan perilaku bank sentral yang berhati-hati. "Saya hanya bisa menyampaikan bahwa ruang untuk penurunan (BI rate) sebanyak pada 2006 hampir tidak mungkin. Kalaupun ada ruang penurunan, pasti akan jauh lebih lambat dan lebih kecil," ujarnya.
Di samping itu, dia menambahkan, dilihat dari indikator variabel lain, seperti nilai tukar rupiah, masih stabil dan tidak terlalu bergejolak. Adanya sedikit tekanan inflasi pada awal tahun depan dinilai juga tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi perekonomian Indonesia.
Sebelumnya Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono mengatakan penurunan BI Rate tahun depan akan dilakukan secara bertahap dan tidak lebih dari 25 basis point. Alasannya, awal tahun depan tekanan inflasi diperkirakan masih akan membayangi perekonomian Indonesia.
Hingga akhir tahun ini, bank sentral telah menurunkan BI Rate sebanyak tujuh kali dengan nilai 300 basis point, dari 12,75 persen pada April 2006 menjadi 9,75 persen pada akhir tahun ini. Penurunan itu seiring dengan tren turunnya laju inflasi hingga akhir tahun.
Suryani Ika Sari
INDEKS BERITA LAINNYA :
|