|
Penyerapan Utang Luar Negeri 2006 Rendah
Senin, 11 Desember 2006 | 19:06 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Penyerapan utang luar negeri Indonesia masih rendah. Dalam setahun rata-rata utang yang terserap di kementerian/lembaga dan pemerintah daerah sejumlah US$ 2,5 miliar. "Perhitungan itu menjadi patokan kami jika ada yang mengajukan di atas US$ 2,5 miliar," kata Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Ketua Bappenas Paskah Suzetta, di kantornya, Senin (11/12).
Paskah mengatakan, Departemen Keuangan memperkirakan sampai dengan akhir tahun ini penyerapan pemerintah pusat 96,8 persen atau Rp 462,8 miliar. Sedangkan penyerapan pemerintah daerah diperkirakan di atas 99,6 persen atau sekitar Rp 220 miliar. Penarikan pinjaman luar negeri (untuk proyek dan program) sebesar 87,0 persen atau Rp 32,6 miliar.
Penyerapan utang yang masih lamban akan menjadi dasar penyusunan kebijakan pembiayaan luar negeri mendatang. Nantinya, dia melanjutkan, pemerintah tidak sekedar mempertimbangkan jenis program atau proyek.
"Tidak hanya memprioritaskan jenisnya, misalnya untuk pendidikan,kesehatan, dan infrastruktur. Tapi juga dilihat kemampuan penyerapannya," kata Paskah.
Bappenas akan meninjau kembali jumlah pengajuan pembiayaan dari luar negeri tiap kementerian/lembaga atau pemerintah daerah. Pemerintah, kata Paskah, akan mengoptimalkan rupiah dan melakukan efisiensi APBN. "Prinsipnya berutang ya kalau bisa kami perkecil dan akan optimalkan rupiah," katanya.
KURNIASIH BUDI
INDEKS BERITA LAINNYA :
|