|
Anton: Pupuk Langka Karena Penyimpangan Distribusi
Jum'at, 07 April 2006 | 02:51 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Kelangkaan pupuk yang terjadi sebulan terakhir terjadi karena penyimpangan distribusi. Pupuk bersubsidi ditengarai masuk ke tambak, perkebunan besar, dan industri. Menteri Pertanian, Anton Apriyantono, Rabu malam lalu mengaku memperoleh laporan bahwa pupuk bersubsidi merembes ke tambak.
"Besarnya mencapai dua ton per hektare," kata Anton di Jakarta. Data Departemen Kelautan dan Perikanan 2005 mencatat, potensi luas lahan tambak di Indonesia mencapai 913 ribu hektare. Dari luasan itu, sekitar 35 ribu hektare tersebar di Jawa Timur.
Sedangkan Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta berturut-turut 47.200 hektare, 26 ribu hektare, dan 1.900 hektare. Namun, Anton mengaku belum mengetahui jumlah total pupuk yang merembes itu karena pemerintah masih fokus pada penyelesaian jangka pendek persoalan kelangkaan itu.
Ewo Raswa
INDEKS BERITA LAINNYA :
|