Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Buy Back, BI Independen
Jum'at, 08 April 2005 | 20:06 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Dirjen Perbendaharaan Negara, Mulia P. Nasution, menyatakan langkah Bank Indonesia (BI) untuk membeli kembali obligasi pemerintah adalah bagian dari kebijakan BI yang independen. "BI independen. Kalau BI membeli kembali, itu bagian dari kebijakan mereka,"kata Mulia.

Jika pemerintah akan melakukan buy back, menurut Mulia akan dilakukan sesuai jadual yang telah ditentukan. "Kami menarik Rp 22 triliun, dari total Rp 43 triliun. Jadi, kira-kira selisihnya Rp 20 triliun lebih,"katanya.

Adapun mengenai pembelian kembali obligasi pemerintah senilai Rp 1,163 triliun sesuai APBN 2005, Mulia menyatakan pemerintah belum memutuskan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu. "Itu belum dilakukan. Juga, baru tiga bulan. Waktunya wasih panjang. Kami harus melihat dulu siapa yang memegang obligasi itu, baru kemudian dibicarakan,"ujar Mulia.

Thoso Priharnowo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemerintah Patikan Penerbitan SPN dan SUN Akan Ditunda
Rating Bank di Indonesia Paling Tinggi Hanya B+
Ekonom : Dana Bakal Masuk Lagi ke Reksadana
BI Lakukan Pengawasan Menyeluruh Sampai ke Anak Perusahaan Bank
BI: Konsolidasi Perbankan Terganjal Kultur Asia
Neraca Pembayaran Indonesia 2005 Meningkat
BI Optimis Pertumbuhan Ekonomi 2005, 5-6 Persen
40 Bank Bermasalah Akan Di-merger
Pembangunan Jaya Terbitkan Obligasi Pertengahan 2005
Obligasi Senilai Rp 500 Miliar Diterbitkan
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< April,2005>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data