Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Oto Dalam Lembaran Rp 20 Ribu Sudah Benar
Jum'at, 25 Maret 2005 | 04:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Peredaran Uang Bank Indonesia (BI), Lucky Fathul AH menegaskan uang kertas pecahan Rp 20 ribu tidak akan ditarik dari peredaran. Karena tidak ada kesalahan dalam gambar maupun tulisan nama pahlawan di uang tersebut.

Dalam uang pecahan Rp 20 ribu memuat lukisan pahlawan
dengan ejaan nama OTO ISKANDAR DI NATA. Ejaan nama ini yang dinilai sebagian masyarakat janggal, karena yang dikenal selama ini pahlawan dengan nama OTTO
ISKANDARDINATA.

Menurut Lucky, BI sebelum memutuskan untuk meloloskan desain uang pecahan telah melewati beberapa tahap. Menghubungi Departemen Sosial untuk menentukan pahlawan yang akan dijadikan gambar mata uang. Menghubungi ahli waris dari keluarga pahlawan. "Lalu mengklarifikasi
gambar lukisan wajah dan ejaan nama pahlawan tersebut," ujarnya pada TEMPO, Kamis (24/3) melalui sambungan telepon.

Ahli waris tersebut membuat pernyataan tertulis yang membenarkan foto dan tulisan nama pahlawan benar untuk dicetak di uang pecahan kertas tersebut. Tahap berikutnya, Departemen Sosial dan ahli waris membuat berita acara tentang hasil konfirmasi yang menyatakan foto dan tulisan nama pahlawan yang akan dimuat dalam uang pecahan kertas adalah sah.

Menurut Lucky, yang terjadi selama ini, masyarakat tidak mendapat informasi yang benar tentang nama pahlawan, khususnya Oto Iskandar Di Nata. "Apa yang telah tertulis di situ (Rp 20 ribu), sudah dibenarkan oleh ahli
waris pahlawan,"ujarnya.

Lucky memastikan bahwa uang pecahan Rp 20 ribu yang saat ini beredar di masyarakat adalah alat pembayaran yang sah. "Masyarakat tidak perlu kawatir, karena itu uang yang berlaku ke depan,"katanya.

BI, menurut Lucky, terbuka akan masukan dari masyarakat,
khususnya tentang uang. "Silakan menghubungi hotline kami di (021) 3818059,"ujarnya.

Rr. Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Direktur Bank Indonesia (BI), Hendro Budiyanto pada rapat dengar pendapat dengan Komisi IX DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, 1993. [TEMPO/ Rully Kesuma; 15D/210/1993; 20021001]. Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Maulana Ibrahim saat jumpa pers di Gedung Bank Indonesia (BI), Jakarta, 27 Februari 2003. [TEMPO/ Wahyu Setiawan; K12A/179/2003; 20030225].
Hendro Budiyanto
Maulana Ibrahim
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BI dan Pemerintah Sepakat Atur Pembelian Dolar Pertamina
BI Tunda Kenaikan Suku Bunga SBI
Neraca BI Surplus Tahun Ini
BNI Menunggu Putusan BI Penerbitan Obligasi
BI Intervensi Agar Rupiah Tidak Loyo Terus
Rupiah Menguat Akhir Tahun
Pengamat: Prediksi Nilai Rupiah Menguat, Terlalu Optimis
Miranda: API Penting untuk Antisipasi Krisis
Perbankan Tekan Inflasi dengan Salurkan Kredit ke Korporasi
Miranda Goeltom: Tren Nilai Rupiah Akan Menguat
> selengkapnya...


Referensi

Profil Miranda Swaray Goeltom
Profil Burhanuddin Abdullah
Latar Belakang Perusahaan Pengelola Aset Negara (PPA)
Keppres RI No. 17 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas Keppres No. 26 Tahun 1998 Tentang Jaminan Terhadap Kewajiban Pembayaran Bank Umum
Keppres RI No. 1 Tahun 2004 Tentang Komite Koordinasi Nasional Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang
PP RI No. 47 Tahun 2001 Tentang Perubahan Keempat Atas PP No. 17 Tahun 1999 Tentang Badan PenyehatanPerbankan Nasional
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia


Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [3]


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< March,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data