Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Anggota Dewan Pertanyakan Mafia Pupuk
Kamis, 24 Pebruari 2005 | 14:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Beberapa anggota Komisi XI DPR mempertanyakan adanya mafia pupuk, kepada Direksi Produsen Pupuk dalam rapat dengar pendapat, hari ini, Kamis (24/2). "Bagaimana usaha Direksi Pabrik Pupuk memberantas mafia ini?" ujar anggota Fraksi PKS Seniman Latif.

Seniman juga mempertanyakan, keberanian dari manajemen pabrik untuk mendisiplinkan pegawainya yang ikut dalam mafia pupuk. "Apakah perusahaan berani memecat pegawai yang tidak disiplin?" katanya.

Hal senada diungkapkan Habil Marati dari Fraksi PPP. Ia menyatakan, subsidi yang selama ini diberikan pemerintah kepada produk pupuk tidak paralel dengan kemakmuran petani. "Petani tetap miskin. Ke depan, jika tidak ada penanganan lebih lanjut, akan timbul masalah yang lebih besar lagi," ujarnya.

Menurut Habil, mafia pupuk berkaitan dengan salah sasaran dari pemberian subsidi oleh pemerintah terhadap produk pupuk. "Subsidi lebih dirasakan pedagang daripada petani," katanya. Karenanya, ia meminta subsidi pemerintah untuk pupuk dicabut, dan diganti dengan pembelian gabah dengan harga yang mahal oleh pemerintah.

Sedangkan menurut Direktur Utama Pusri, Dadang Heru Kodari, subsidi masih diperlukan agar patani dapat membeli pupuk dengan harga sesuai harga eceran tertinggi.

Rapat dengar pendapat ini melanjutkan rapat sebelumnya pada Kamis (3/2), yang mengundang Direksi PT Pusri, PT Pupuk Kaltim, PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, dan PT Pupuk Kujang.

RR Ariyani

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Panen kapas Transgenik di Bantaeng, Sulawesi Selatan, 16 April 2001 [ TEMPO/ IGG Maha S Adi; 32D/361/2001; 20010704 ]. PUPUK DI KUD KARAWANG [ DAHLAN RP; 25C/358/88; 981207 ].
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Ratusan Hektare Sawah di Serang Gagal Panen
Tsunami Merusak 20 Persen Lahan Pertanian Aceh
Komisi VI Minta Pemerintah Prioritaskan Industri Agro
Hama Keong Mas Serang Tanaman Padi Indramayu
Pupuk Langka di Lumbung Padi
Pemerintah Dinilai Belum Sentuh Industri Agro Rakyat
Bungaran: Indonesia Tidak Pernah Alami Krisis Pangan
Menteri Pertanian Tekankan Perlunya Kebijakan Proteksi
Izin Usaha 35 Perusahaan Perkebunan Terancam Dicabut
Bungaran: Kontribusi Sumber Daya Hayati Belum Signifikan
> selengkapnya...


Referensi

PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.1 Thn.1980 Tentang Ketentuan Penanaman Papaver, Koka, Dan Ganja
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data