Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pembahasan Soal Perberasan Masih Temui Jalan Buntu
Jum'at, 18 Pebruari 2005 | 19:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembahasan soal perberasan antara Departemen Pertanian dan Perusahaan Umum Bulog, hingga saat ini masih menemui jalan buntu. Pasalnya, belum ada kesepakatan antara kedua instansi ini bagaimana mekanisme implementasinya nanti.

Menteri Pertanian Anton Aprianto menyatakan, dalam pembahasan itu selain harga dasar gabah kering panen (GKP), juga dibahas masalah harga gabah kering giling (GKG), gabah kering simpan (GKS), dan harga beras.

”Yang menjadi perdebatan bagaimana implementasinya nanti. Kalau GKP saja tidak tercapai, apa artinya penentuan GKG, GKS, dan harga beras,” ujar dia di Jakarta hari ini.

Menurut Anton, Departemen Pertanian menginginkan Bulog membeli gabah dari petani dalam bentuk gabah kering panen. Tidak seperti selama ini yang menurut dia, Bulog membeli gabah kering giling dari kontraktor.

Meskipun demikian, Anton tidak keberatan bila Bulog membelinya dari pihak ketiga (kontraktor). Asalkan, Bulog mampu menekan kontraktor tersebut untuk dapat membeli ke petani sesuai harga gabah kering panen yang ditetapkan. “Selama ini, harga yang dibeli itu sering di bawah harga GKP,” katanya.

Dia tidak mengerti mengapa Bulog sampai saat ini tidak mau membeli gabah petani. Padahal, bila itu dapat dilakukan, Departemen Pertanian akan menyiapkan uang jasanya. “Sudah kami hitung harga jasa pengeringan, jasa penggilingan, susut, dan keuntungan yang diharapkan Bulog,” katanya.

Khairunisa - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
         
Petani merontokkan gabah dengan menggunakan alat perontok gabah saat panen padi di Karawang, Jawa Barat, 2000. [TEMPO/ Fernandez Hutagalung; 30D/061/200; 20000620]. Petani merontokkan gabah dengan menggunakan alat perontok gabah saat panen padi di Karawang, Jawa Barat, 2000. [TEMPO/ Fernandez Hutagalung; 30D/061/200; 20000620].
<br>
Dimuat majalah TEMPO 20010121-088
Perontokan Gabah Di Karawang
Perontokan Gabah Di Karawang
>>selengkapnya ::

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Jeroan Sapi Impor Banjiri Jawa Timur
Akibat Banjir, Sumatera Selatan Kehilangan 41 Ribu Ton Beras
Departemen Pertanian: Produksi Beras Cukup
Pemerintah Komitmen Jadikan Pertanian Sebagai Perioritas
Pemerintah Khawatir Target Stok Beras Tahun Ini Tidak Tercukupi
Deptan Anggarkan Penjaminan Pembiayaan Syariah
KPK Teliti Laporan Penyelundupan Beras
Kemampuan Pemerintah Beli Beras Maksimal 10 persen
20 Persen Sawah di Aceh Rusak Akibat Bencana
Komoditas Pertanian Impor untuk Aceh Tetap Harus Masuk Karantina
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
PP RI No.69 Thn.1999 Tentang Label Dan Iklan Pangan
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data