Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi

Pemerintah Komitmen Jadikan Pertanian Sebagai Perioritas
Senin, 14 Pebruari 2005 | 19:39 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah komitmen menjadikan sektor pertanian sebagai prioritas dalam pembangunan ekonomi nasional.

Menurut Staf Khusus Menteri Koordinasi Perekonomian Bayu Krisna Murthi, pada 17 November 2004 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menetapkan tiga strategi bidang ekonomi, yaitu pertumbuhan sebesar 6,6 persen per tahun, menggerakan sektor riil, serta revitalisasi pertanian dan perekonomian pedesaan.

“Komitmen bukan hanya datang dari Departemen Pertanian, tapi juga datang dari Presiden dan Menteri Koordinator Perekonomian,” kata Bayu dalam sebuah seminar di Jakarta hari ini.

Sebelumnya pada 15 Oktober lalu, kata Bayu, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal Bakrie menyatakan bahwa kekuatan ekonomi lokal menjadi pilar ekonomi nasional dan pertanian menjadi prioritas utama.

Komitmen pemerintah itu, menurut Bayu, diperkuat dengan adanya kepastian pengalihan sebagian subdisi bahan bakar minyak (BBM) untuk sektor pertanian. Khususnya pangan dan infrastruktur desa.

Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Ahmad Ansori Mattjik mengatakan, untuk menghadapi perdagangan bebas, sektor pertanian tidak dapat lagi mengandalkan sistem lama dengan pendekatan sektoral dan komoditas.

“Pengelolaan pertanian harus satu atap, dari hulu sampai hilir, termasuk industri yang di hulu dan industri yang di hilir,” kata Mattjik.

Karena itu, menurut Mattjik, perlu memadukan institusi yang menangani aktivitas pertanian, mulai dari produksi, industri pengolahan hasil, dan yang menyangkut pasar dan industri pendukung agrobisnis. Restrukturisasi birokrasi pun harus dipertimbangkan untuk mendapatkan efektivitas dan efesiensi yang lebih rasional.

Namun, sektor pertanian haruslah dibedakan dengan perdagangan umum, sehingga pengelolaan perdagangan sektor industri pertanian dan non-pertanian haruslah terpisah.

Selain itu, perlunya kebijakan pemerintah dalam hal pemodalan, karena tidak hanya memerlukan peran Departemen Keuangan, tapi undang-undang yang menguntungkan bagi modal petani juga harus ada. Pendirian bank khusus untuk pertanian misalnya, sangat dibutuhkan para petani. Juga pemberian bunga yang sangat rendah kepada petani seperti di Brunei yang memberikan bunga (pinjaman) nol persen kepada para petani di negara itu.

”Kebijakan pemerintah lainnya yang tidak kalah penting adalah subsidi pupuk. Selama ini subsidi pupuk tidak langsung ke petani. Kalau subsidinya pada harga out put seperti di India dan Thailand, maka iniakan langsung dirasakan petani,” ujarnya.

Khairunnisa - Tempo

Dari Koleksi Foto TEMPO | Under Development
   
Menteri Pertanian (Mentan) Ir. Wadoyo diwawancara wartawan di gedung MPR/DPR RI, Jakarta, 1991. [TEMPO/Robin Ong; 07D/341/1992; 20040714].
Ir. Wadoyo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Deptan Anggarkan Penjaminan Pembiayaan Syariah
Kemampuan Pemerintah Beli Beras Maksimal 10 persen
20 Persen Sawah di Aceh Rusak Akibat Bencana
Komoditas Pertanian Impor untuk Aceh Tetap Harus Masuk Karantina
Pemerintah akan Impor 500 Ribu Ton Gula
Deptan Usul Kenaikan Harga Gabah Rp 100/Kg
Di Mataram, Ribuan Unggas Mati Terserang Virus Flu
Menteri Pertanian Tolak Cabut Subsidi Pupuk
Pemerintah Khawatirkan Kelancaran Distribusi Pangan Selama Musim Hujan
Produktivitas Tanaman Pangan Meningkat
> selengkapnya...


Referensi

Anthrax
Flu Burung
PP RI No. 14 Tahun 2004 Tentang Syariat dan Tata Cara Pengalihan Perlindungan Varietas Tanaman dan Penggunaan Varietas Yang Di Lindungi Oleh Pemerintah
PP RI No. 13 Tahun 2004 Tentang Penanaman, Pendapatan dan Penggunaan Varietas Asal Untuk Pembuatan Varietas Turunan Esensial
Inpres RI No. 8 Tahun 2000 Tentang Penetapan Harga Dasar Gabah Serta Harga Pembelian Gabah dan Beras
Daerah Endemis Antrax di Indonesia
> selengkapnya...

Website

Departemen Pertanian


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< February,2005>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data