|
Ketua Komisi BUMN DPR: Pembentukan Holding BUMN Hanya Alternatif
Kamis, 03 Pebruari 2005 | 10:27 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Khofifah Indarparawangsa, Ketua Komisi Perdagangan, Industri dan BUMN DPR menilai pembentukan induk perusahaan (holding) Badan Usaha Milik Negara bukan satu-satunya opsi untuk meningkatkan kinerja BUMN.
Menurut dia, ada opsi lain yang bisa dipilih jika tujuannya, agar BUMN mampu meningkatkan pendapatan dan setoran ke negara. ?Bisa saja, BUMN pupuk misalnya, opsi pertama holding, opsi kedua mencari rekanan strategis,? papar dia kepada Tempo di gedung DPR, Jakarta, Rabu (2/2) tengah malam.
Masing-masing opsi ini, apakah holding atau rekanan strategis, menurut dia, perlu dihitung untung ruginya. ?Masih sangat terbuka untuk didiskusikan.?
Begitu pula dengan BUMN sektor perkebunan,yang merencanakan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) sebagai holding. "Kita kan, tidak tahu persis kinerja masing-masing PTPN," tutur Khofifah.
Di sisi lain, ujar dia lebih lanjut, jenis-jenis PTPN yang ada pun tidak sama. ?PTPN di Jawa dan Kalimantan kan, tidak sama.?
Fanny Febiana
INDEKS BERITA LAINNYA :
|