Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

Kepemilikan Saham Publik Bank Global 32,6 Persen
Selasa, 21 Desember 2004 | 18:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kepemilikan saham publik dalam bentuk scriptless yang tercatat dalam data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebesar 32,6 persen. Dari data tersebut, tidak terdapat saham pengendali, namun terdapat kepemilikan pemegang saham terbesar. "Tercatat dalam bentuk scriptless yang bisa diperdagangkan itu 32,6 persen. itu bisa
dikategorikan sebagai publik, namun KSEI tidak tahu,"kata Ketua KSEI, Benny Haryanto, di Gedung Bursa Efek Jakarta, (21/12).

Dari kepemilikan saham publik tersebut, menurut Benn,y
sebagian besar memiliki saham dibawah 5 persen. Adapun
dua perusahaan yang memiliki saham diatas 5 persen
diantaranya PT Permata Prima Jaya tercatat sebesar 9
persen dan PT Intermed Prima Jaya sebesar 12 persen.
Sebelumnya menurut data di Bursa Efek Jakarta,
kepemilikan saham terdiri dana publik sebanyak 75
persen, Irawan Salim 0,875 persen.

Dari 32,6 persen itu, hubungan keterikatan antara pemegang saham itu tidak dapat diketahui. Namun, dapat diketahui perusahaan sekuritasnya saling terkait. "Seperti benar tidak pemilik perusahaan Inter Asia dan Uni Securindo itu sama dengan pemilik Bank Global juga,"kata Benny.

KSEI, menurut benny, telah memberikan data kepemilkan
kepada BEJ dan Bapepam untuk membantu analisa
kasus lebih jauh. "Semua historikal data, semua efek,
saham atau obligasi sub debt sudah diberikan ke
Bapepam dan BEJ, untuk kepentingan investigasi,"katanya.

Selain itu, Benny mengakui bahwa beberapa pemegang
dana pensiun seperti Pertamina, Jamsostek, Bukopin
merupakan pemegang obligasi sub ordinasi Bank Global.

Yuliawati




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Indeks Berpotensi Menguat dan Melemah
Indeks Berpotensi Menguat Kembali
Telkom Kuasai Saham di Dayamitra Telekomunikasi
Akhir Pekan, Indeks Menguat 16 Poin
Dirut Bank Global Kabur Dengan SQ, 10 Orang Ditahan
Indeks Menguat 17 Poin
Indeks Merosot 13 Poin
Konsolidasi Indeks Masih Berlanjut
“Mantan Pejabat BI Hambat Pengawasan Bank Bermasalah”
Drajad Wibowo: Ada 2 Bank yang Akan Dilikuidasi
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
Profil Burhanuddin Abdullah
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 10 Tahun 2004 Tentang Pendirian Perusahaan Perseroan ( Persero ) Di Bidang Pengelolaan Aset
> selengkapnya...

Website

Bank Indonesia
Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< December,2004>>
MSnSl RK JS
   01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data