Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

IHSG Cenderung Terkoreksi
Senin, 22 November 2004 | 10:04 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Jakarta (IHSG BEJ) pada perdagangan Senin (22/11), kemungkinan mengalami koreksi. Pemicu terjadinya koreksi diantaranya pergerakan bursa regional yang mengalami penurunan serta kecenderungan aksi ambil untuk dari para investor.

"Bursa regional seperti Dow Jones dan Nasdaq yang mengalami pergerakan negatif pada penutupan perdagangan pekan lalu akan memberikan imbas negatif pada pergerakan indeks hari ini," ujar Alfiansyah, Analis PT Sinar Mas Sekuritas.

Alfiansyah menuturkan terdapat kecenderungan pada hari pertama pembukaan pasar setelah libur selama sepekan, investor tidak sepenuhnya bermain. "Ada kecenderungan investor akan melakukan aksi ambil untung," kata dia.

Menurut Alfiansyah, pergerakan indeks hari ini berada dilevel 925-938. Rekomendasi saham-saham beli diantaranya Astra, Bank Mandiri, dan Semen Gresik. Aksi jual terhadap saham-saham BRI dan Telkom, serta take profit terhadap saham PT Sampoerna.

Hal yang sama diungkapkan Edwin Sebayang, analis dari PT Evergreen Capital, menurutnya kecenderungan koreksi akan terjadi pada perdagangan hari ini, setelah pekan lalu penutupan indeks berada dilevel 934,03.

Menurutnya, pergerakan indeks yang mencapai level 934,03 menunjukkan pergerakan indeks yang sudah sangat tinggi (over value). Sehingga kemungkinan akan terjadi penyesuaian dengan pergerakan dilevel 921-937.

Rekomendasi saham beli, menurutnya, Panin Bank, Astra Grafia, Dankos, dan Kalbe Farma. Saham jual seperti saham HM Sampoerna, Astra, Telkom, Indosat, serta beberapa saham pertambangan seperti Antam, Inco, dan timah. "Dolar yang melemah membuat terkoreksinya pendapatan dari saham-saham pertambangan," katanya.

Yuliawati - Tempo

INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

BEJ Tetapkan Kebijakan Baru Fraksi dan Harga Saham
Sisa Saham Permata Masih Dibuka untuk Umum
Laporan Keuangan Semen Gresik Dinilai Wajar dengan Pengecualian
BEJ Hentikan Sementara Perdagangan Saham Tiga Emiten
RUPSLB Bakrie Sumatetra Plantations Setujui Right Issue
Bukit Asam Akan Tambah Produksi 2,5 Juta Ton
IHSG Naik 3,39 Poin pada Penutupan Perdagangan Siang
IHSG Rawan Profit Taking
“Industri Kaca Belum Butuh Proteksi”
Indeks Sulit Menembus Titik Psikologis Baru
> selengkapnya...


Referensi

Kronologis Perseteruan Ongko vs BFI Finance
PP RI No. 12 Tahun 2004 Tentang Perubahan Atas PP No. 45 Tahun 1995 Tentang Penyelenggaraan Kegiatan Di Bidang Pasar Modal
PP RI No. 11 Tahun 2004 Tentang Penjualan Saham Pada Perusahaan Perseroan ( Persero ) PT. Adhi Karya
PP RI No. 70 Tahun 2000 Tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara RI Ke Dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT. Perusahaan Penerbangan Garuda Indonesia
> selengkapnya...

Website

Bursa Efek Surabaya
Bursa Efek Jakarta


Komentar Anda
-
Kirim


Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< November,2004>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data