|
Ekonomi Bisnis
Realisasi Pinjaman ODA Jepang 2004 Baru 30 Persen
Selasa, 28 September 2004 | 19:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Realisasi pinjaman Official Development Assistant (ODA) dari pemerintah Jepang tahun 2004 baru mencapai 23,5 miliar Yen (Rp 194 triliun) atau hanya 30 persen dari komitmen awal yang mencapai 78,5 miliar Yen (Rp 649 triliun).
“Ini hasil realisasi dari semester awal 2004,” kata Staf Ahli Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Dewo Putranto, dalam seminar yang diselenggarakan INFID dan ELSAM di Jakarta, Selasa (28/9) siang. ODA sendiri meruapakan skema pinjaman dana dari pemerintah Jepang pasca dibubarkannya CGI (Consultative Group on Indonesia).
Menurut Dewo, terdapat kecenderungan penurunan realisasi pinjaman dari Jepang dari tahun ke tahun. Untuk 2003 yang lalu, realisasi hanya mencapai 55,4 persen dari komitmen pinjaman. Sedangkan tahun 2002, realisasi mencapai 64,4 persen. “Tahun 2001, realisasi mencapai 72,6 persen,” katanya.
Adapun tahun 2000, realisasi pinjaman mencapai 65,4 persen, tahun 1999 mencapai 67,9 persen. Tahun 1998 sekitar 42,9 persen dan tahun 1997 mencapai 93,4 persen. “Ketika krisis tahun 1997 inilah realisasi mulai turun dari komitmen. Sebelumnya realisasi pinjaman dari Jepang selalu diatas 100 persen atau lebih besar dari komitmennya,” katanya.
Hal ini dikarenakan dari sekitar 50 proyek yang dibiayai mengalami keterlambatan dalam implementasinya. Keterlambatan tersebut disebabkan proses pengimplementasian yang lambat, baik dari lembaga pelaksana, maupun dari Jepang sendiri, yakni Japanese Official Development Cooperation (JBIC), lembaga yang mengurusi pemberian pinjaman ke negara-negara debitur.
Amal Ihsan — Tempo
INDEKS BERITA LAINNYA :
|