|
Ekonomi Bisnis
Bank Indonesia Belum Akan Merevisi Rupiah
Rabu, 26 Mei 2004 | 20:11 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bank Indonesia belum punya rencana akan merevisi rentang kurs rupiah yang berlaku saat ini kendati nilainya terhadap dolar Amerika Serikat terus merosot.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, cadangan devisa kita banyak, bank sehat, APBN juga under control," kata Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Anwar Nasution di Jakarta, Rabu (26/5).
Menurut Anwar, gejala menguatnya dolar terhadap rupiah hanya bersifat sementara saja dan melemahkan hampir seluruh mata uang di dunia. Meski ekonomi Cina melemah, katanya, ekonomi Jepang dan Amerika Serikat kini sedang tumbuh, bahkan India sudah menggeliat. "Bagi kita itu tak perlu dikhawatirkan," katanya.
Penurunan kurs juga dipicu oleh melambungnya harga minyak mentah dunia. Kata Anwar, pihaknya akan mewaspadai gejala ini untuk memahami perkembangan yang terjadi sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, rentang rupiah yang dipatok BI sebesar Rp 8.200-8.700 per dolar berlaku untuk satu tahun. "Ini kan baru bulan ke lima, masih lama," katanya. Tapi Anwar tidak bisa menyebutkan berapa level rupiah yang dikategorikan mengkhawatirkan kondisi moneter dalam negeri.
Bank Indonesia juga tidak akan menaikan suku bunga meski bank sentral Amerika berencana akan menaikan tingkat suku bunga. Dalam perkiraan Anwar, jika pun The Federal Reserve itu menaikkan suku bunga tidak akan lebih dari 0,25 persen. "Kalau cuma sebesar itu, kami masih bisa menyerapnya dengan FasBI dan SBI," katanya. "Janganlah takut pada hantu sementara kau tak pernah lihat hantu."
Bagja Hidayat - Tempo News Room
INDEKS BERITA LAINNYA :
|