Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi dan Bisnis

Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
28 April 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro Jakti mengatakan setelah dilakukan identifikasi ke sejumlah departemen, pihaknya mencatat dana untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia tahun 2004 mencapai Rp 18 triliun. Hal ini dikatakan Dorodjatun dalam Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Kemiskinan Nasional di Hotel Ambara Jakarta Rabu (27/4).

"Saya kira sekitar Rp.18 triliun yang harusnya sampai ke masyarakat Indonesia," kata Dorodjatun. Menurutnya dana sebesar itu saat ini tercecer di berbagai departemen. "Karena APBN untuk membantu masyarakat miskin tersebar di berbagai departemen, lembaga pemerintahan non departemen dan pemda-pemda," katanya.

Saat ini, kata Dorodjatun, berdasarkan data BPS tercatat angka kemiskinan di Indonesia mencapai 37,3 juta jiwa atau 17,4 persen dari jumlah penduduk Indonesia. "Jumlah ini meningkat bila dibandingkan dengan angka kemiskinan sebelum krisis tahun 1996 yang mencapai 22,5 juta jiwa atau 11,3 persen," katanya. Kemiskinan 20,32 persen berada di pedesaan dan 13,57 persen ada di perkotaan.

Dorodjatun mengatakan ada beberapa faktor penyebab kemiskinan. Dia mencontohkan, terbatasnya kesempatan kerja, rendahnya kepemilikan aset, kurangnya akses terhadap fasilitas pendidikan, kelemahan tata pemerintahan dan lemahnya penyelenggaraan perlindungan sosial.

Salah satu yang perlu dilakukan, Dorodjatun menjelaskan, pemerintah akan terus meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi. "Harus 7 persen per tahun. Selain itu inflasi juga harus diturunkan sebab kasihan rakyat walau mendapat nafkah tetapi harga mengejar mereka," katanya.

Hal lain yang perlu dilakukan,lanjut dia, mengusahakan agar investasi terus masuk. “Pemilu yang dinilai baik dan disusul pemilu presiden juga, maka sehabis itu investor balik lagi ke Indonesia," prediksi Dorodjatun.

Muhamad Nafi – Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

“Inflasi 9,35 Persen Sudah Lampu Kuning”
Selama Tahun 2000 Inflasi Mencapai 9,35 Persen

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data