Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekonomi Bisnis

BPS: Inflasi Januari 2004 0,57 Persen
03 Pebruari 2004

TEMPO Interaktif, Jakarta: Januari 2004 ini terjadi inflasi sebesar 0,57 persen dengan menggunakan tahun dasar dan penghitungan Indeks Harga Konsumen (IHK) baru. Angka inflasi ini menurun dibanding laju inflasi pada periode yang sama tahun 2002 dan 2003 yang masing-masing sebesar 1,99 persen dan 0,80 persen.

"Untuk inflasi yaitu Januari 2004 terhadap Januari 2003 adalah 4,82 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Soedarti Surbakti kepada wartawan di kantornya, Selasa (3/2) siang. Angka inflasi year on year tahun ini menurun dibanding Januari 2003 terhadap Januari 2002 sebesar 8,74 persen ataupun Januari 2002 terhadap Januari 2001 sebesar 14,42 persen.

Seperti yang diungkapkan Soedarti, mulai Januari lalu BPS menggunakan IHK tahun dasar 2002 (IHK 2002 =100) untuk menghitung tingkat inflasi di Indonesia. "Dari 45 kota IHK, tercatat 41 kota mengalami inflasi dan 4 kota mengalami deflasi," kata Soedarti.

Ia memaparkan, inflasi tertinggi terjadi di Palangkaraya sebesar 2,51 persen dan inflasi terendah di Kediri 0,02 persen. Sedangkan deflasi terbesar terjadi di Ambon 0,70 persen dan deflasi terkecil terjadi di Medan sebesar 0,01 persen.

Lebih lanjut Soedarti menjelaskan inflasi ini terjadi karena ada kenaikan harga pada semua kelompok barang dan jasa. Ia mencontohkan kelompok bahan makanan naik sebesar 1,42 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau naik 0,36 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar naik 0,42 persen, kelompok sandang 0,47 persen, kelompok kesehatan 0,41 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,06 persen dan kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,04 persen.

Adapun IHK 2002=100 dihitung berdasarkan hasil survei biaya hidup tahun 2002 untuk menggantikan IHK 1996=100 yang berlaku sejak 1998. Indeks yang baru ini memiliki cakupan yang lebih luas karena menjangkau seluruh ibukota provinsi dan kota besar di Indonesia. Perbandingan antara nilai konsumsi masyarakat pada bulan berjalan dengan nilai konsumsi masyarakat pada tahun dasar ini menggunakan sistem kompilasi data harga, klasifikasi barang dan jasa serta metodologi penghitungan yang sesuai.

Anastasya Andriarti - Tempo News Room

Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data