|
Ekonomi Bisnis
2004, Pasokan Gas Arun Menurun
30 Desember 2003
TEMPO Interaktif, Lhokseumawe: PT Arun Ngl Co di Lhokseumawe, Nanggroe Aceh Darussalam berhasil memenuhi target pengapalan yang diembankan pemerintah untuk masa produksi selama tahun 2003. Sukses itu ditandai dengan berhasilnya dilakukan pengapalan terakhir pada Selasa (30/12) sekitar pukul 10. 45 WIB.
Kondisi keamanan yang masih belum pulih sepenuhnya di Aceh dan semakin menipisnya cadangn gas alam dalam perut bumi Aceh akan membawa PT Arun pada kondisi yang sangat berat untuk bisa berhasil melakukan pengapalan pada tahun 2004 mendatang. Untuk tahun depan, kata T Fachruddin, Wakil Presiden Direktur
PT Arun, perusahaannya diminta untuk mengapalkan 110 kapal LNG.
"Ekspor sebanyak ini merupakan tantangan yang cukup berat, terlebih lagi mengingat kemampuan pasok gas yang terbatas dari ladang gas Arun," katanya. Kemampuan pasok ladang gas Arun akan mengalami penurunan yang sangat signifikan mulai pertengahan 2004, atau pada dua kwartal terakhir. "Karenanya, dalam upaya menekan biaya operasi kilang, PT Arun akan mengedepankan efisiensi dengan pemanfaatan peralatan seoptimal mungkin,"
jelas T Fachruddin.
Program penghematan juga telah dilakukan sejak tahun 2003 ini dengan berhasilnya melaksanakan program konservasi energi dengan mengoperasikan 10 unit HRSG (heat recovery steam generation). HRSG adalah unit pembangkit sistem yang memanfaatkan kandungan panas buangan gas turbin dari unit pembangkit listrik dan kompresor kilang LNG. Tujuannya antara lain untuk meningkatkan efisiensi energi.
Sepanjang tahun 2003, menurut Fachruddin, produksi rata-rata LNG PT Arun adalah sebesar 39.500 M3/hari dan kondensat 25.400 barrels/hari. Kinerja PT Arun selama beroperasi dalam tahun 2003 menunjukkan tingkat kehandalan sebesar 97,6 persen sedangkan sisanya 2,4 persen untuk pelaksanaan pekerjaan perbaikan LNG train yang diperlukan. "Pencapaian sangkil bahang (thermal efficiency) kilang Arun tahun 2003 sebesar 84,9 persen atau sesuai target yang ditetapkan," tuturnya..
Pengapalan LNG tutup tahun berlangsung di bawah iringan musik tradisinal 'rapai pase' pada Selasa siang ditandai dengan serangkaian upacara adat. Wakil Presiden Direktur PTArun berkesempatan melakukan 'peusijuek' (tepung tawar) Kapten Kapal Tanker Golar Spirit, Hans Jorgen Hansen. Pada saat itu, Fachruddin meyerahkan kupiah meukutop (kopiah khas Aceh) dan menyelipkan sebilah rencong pada kapten kapal disaksikan para pejabat sipil dan militer di Aceh Utara.
Selama tahun 2003, PT Arun mengapalkan sebanyak 115 kargo atau setara dengan 6,5 juta ton LNG. Jumlah itu dikiirm masing-masing 61 kargo untuk pembeli Jepang dan 54 karto untuk Korea Selatan.
Selain itu PT Arun juga mengapalkan kondensat sebanyak 9,4 juta barrels yang diangkut dengan 22 kali pengapalan. Kargo terakhir dari PT Arun diangkut oleh tanker Golar Spirit yangberbendera Inggris menuju Pyeong Taek, Korea Selatan. Pengapalan ini sekaligus menjadi pengapalan ke 3815 sejak PT Arun mulai beroperasi pada 1978 silam.
Zainal Bakri - Tempo News Room
|