TEMPO Interaktif, Jakarta:Rendahnya perkiraan inflasi akhir tahun didasarkan pada tren penurunan inflasi sejak tahun lalu.
Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah memperkirakan angka inflasi pada akhir tahun 2003 masih berkisar satu digit yakni 8,8 persen. Perkiraan dan harapannya ini diungkapkan saat memberikan sambutan dalam pertemuan pemerintah Indonesia dengan negara anggota Consultative Group on Indonesia di Jakarta, Senin (2/6).
Burhanuddin menyandarkan perkiraannya pada angka penurunan inflasi sejak 2002, yang diikuti penurunan pada kuartal pertama tahun 2003 sebesar 7,1 persen. Angka ini menurun drastis dibanding kuartal yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 14,1 persen.
Tingkat suku bunga Bank Indonesia juga turun dari 12,9 persen pada akhir 2002 menjadi 10,4 persen pada Mei 2003. Untuk itu Burhanuddin optimis pertumbuhan ekonomi sebesar 3,5 persen hingga 4 persen dapat tercapai tahun ini sesuai yang ditargetkan.
Optimisme itu juga disampaikan Menteri Koordinator Perekonomian Dorodjatun Kuntjoro-Jakti. Menurut Dorodjatun kendati ekonomi dunia dilanda ketidakpastian akibat serang virus pernafasan akut parah dan perang Irak, modal jangka pendek dari luar negeri kembali mengalir.
Menurutnya, faktor ini kembali memulihkan konsumsi nasional dan meningkatnya tingkat investasi. Karena itu, kata Dorodjatun, negara anggota CGI menyampaikan sambutan baiknya atas pulihnya perekonomian Indonesia itu. "Tinggal bagaimana menerjemahkan kestabilan itu menjadi laju pertumbuhan," katanya.
(Bagja Hidayat)