Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Ekbis

Kwik: Modal Jangka Pendek Bisa Membuat Rupiah Anjlok
28 Mei 2003

TEMPO Interaktif, Jakarta:Kwik meminta pemerintah tidak menerima uang asing kalau dibelikan saham dan didepositokan


Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas meminta pemerintah berhati-hati terhadap masuknya arus modal jangka pendek. Pasalnya, investasi yang kebanyakan berupa pembelian saham dan penanaman deposito ini suatu saat akan membuat harga saham dan nilai tukar rupiah anjlok.

“Kalau goncang sedikit saja maka saham dijual, harga saham ambruk, rupiah dipakai membeli dolar, maka rupiah anjlok. Demikian juga deposito selalu up and down (naik turun)” kata dia sebelum mengikuti rapat kerja dengan Komisi Keuangan dan Perbankan DPR di gedung MPR/DPR, Jakarta, Rabu (28/5).

Kwik mengatakan pemerintah jangan pernah berpikir investasi akan naik terus dan tidak akan pernah turun. Tapi kalau sekarang dirinya mengatakan hal ini akan ditertawakan oleh berbagai kalangan. Karena pihak yang mentertawakan itu selalu menggunakan ‘kacamata hitam’. “Cobalah kita lihat masa lalu sudah kelihatan up down - up down” ujarnya.

Karenanya, ia meminta pemerintah tidak menerima uang asing kalau dibelikan saham dan didepositokan. Pemerintah hanya boleh menerima jika dijadikan perusahan nyata. Artinya investasi mentransformasi menjadi gedung, mesin atau unit produksi. “Berinvestasi itu boleh tapi jangan lewat bursa” tutur Kwik.

Menururt Kwik, investasi dalam bentuk lembar kertas saham sebenarnya uang yang masuk tidak secara real. Karena uang itu tidak masuk ke perusahaan, melainkan ke pemegang saham. “Ini hanya money game, berputar-putar saja” katanya.

Sebelumnya, Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah mengatakan, masuknya arus modal jangka pendek, seperti pembelian saham mayoritas Bank Danamon membuat nilai tukar rupiah terhadap dollar menguat. Bahakan Ia meminta arus modal jangka pendek dapat ditingkatkan menjadi jangka menengah atau panjang.


(Kurniawan-TNR)


Kirim Komentar   | Baca Komentar

 

 

dibuat oleh danendro : Radja
Berita Terkait

 
Berita ekbis Lainnya

Pinjaman Tertunda Diperkirakan US$ 100 Juta
(Rabu, 28/04/2004 | 19:19 WIB)
Dirut BRI: Perbankan Komit Bantu Usaha Kecil
(Rabu, 28/04/2004 | 15:43 WIB)
Deptan: Perlu Dibentuk Dewan Ayam
(Rabu, 28/04/2004 | 15:28 WIB)
Ratusan Peternak Demo Kenaikan Harga Pakan
(Rabu, 28/04/2004 | 14:45 WIB)
Dana Bagi Pengusaha Mikro Sudah Cair
(Rabu, 28/04/2004 | 14:09 WIB)
Menko Ekuin : Dana Kemiskinan Mencapai Rp 18 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 13:46 WIB)
PNM Salurkan Dana Pembiayaan UKM Rp 4 Triliun
(Rabu, 28/04/2004 | 10:39 WIB)
Pendapatan PT. Tempo Inti Media Naik
(Selasa, 27/04/2004 | 19:33 WIB)
Prudential Khawatirkan Nasib Nasabah
(Selasa, 27/04/2004 | 19:06 WIB)
Harga Minyak Mentah Diusulkan US$ 22-25
(Selasa, 27/04/2004 | 13:19 WIB)

Index Berita





 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data