Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Adik Ipar Thaksin Terpilih sebagai PM Baru Thai
Senin, 15 September 2008 | 16:01 WIB

TEMPO Interaktif, Bangkok: Somchai Wongsawat, adik ipar Perdana Menteri yang disingkirkan Thaksin Shinawatra, akan menjadi Perdana Menteri ke-26 Thailand setelah partai pemerintah Partai Pemerintahan Rakyat (PPP) pada Senin (15/9) mendapuknya sebagai calon untuk menggantikan Samak Sundaravej.

Juru bicara PPP Kudeb Saikrajang mengatakan, anggota eksekutif partai itu setuju secara bulat untuk menetapkan pejabat Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan itu sebagai pilihan PPP saat  Parlemen akan bersidang Rabu (17/9) untuk memilih Perdana Menteri baru.

"Ada pemilihan dalam pertemuan hari ini dan semua pemimpin partai setuju menetapkan Somchai sebagai calon kami. Anggota Parlemen dari PPP akan berunding hari ini untuk mensahkan pilihan lembaga eksekutif itu," katanya.

Ia juga mengatakan PPP akan menemui lima partai lain dalam pemerintahan koalisi yang masih berusia tujuh bulan itu untuk mengumumkan kepada mereka secara resmi mengenai pemilihan Somchai.

PPP yakin, semua Anggota Parlemennya akan hadir pada Rabu untuk memastikan tak ada hambatan untuk melantiknya seiring keadaan yang karut marut Jumat setelah Samak dilucuti dari  jabatannya.

Somchai (60 tahun), mantan hakim, adalah suami Yaowapa, yang juga adik perempuan Thaksin. Ia lulusan Universitas Thammasat dan memegang ijazah sarjana dalam Pemerintahan Umum dari Institut Pembangunan Pemerintahan Nasional (NIDA). Jika disetujui oleh parlemen, dia akan menjadi Perdana Menteri Thailand keempat dalam masa tiga tahun.

Dia pernah menjadi Sekretaris Tetap Kementerian Kehakiman ketika penggulingan kekuasaan pada 19 September 2006 untuk menyingkirkan Thaksin. Somchai, orang yang halus tutur katanya, melepaskan jabatannya dan mulai dilantik menjadi anggota Kabinet ketika PPP memenangi pemilihan umum 23 Desember 2006.

Pada 9 September, Samak dilucuti jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi kerana melanggar konstitusi ketika menjadi pemandu program memasak “Tasting and Grumbling” dan “All Set at 6am” semasa masih menjadi PM.

Tiga hari kemudian, usahanya untuk kembali berkuasa menjadi musnah saat wakil rakyat dari anggota partainya sendiri tidak menginginkannya dalam Parlemen.

Selain Somchai, dua calon lagi yang pada mulanya bersaing untuk jabatan itu adalah Sekretaris Jenderal PPP dan Menteri Keuangan, Surapong Suebwonglee, serta Menteri Kehakiman, Sompong Amornwiwat.

Pada Ahad lalu, Somchai mencabut perintah darurat yang diumumkan oleh Samak di Ibu Kota Bangkok pada 2 September seiring bentrokan yang terjadi antara pendukung pro pemerintahan dan Persatuan Rakyat Untuk Demokrarasi (PAD), yang mengakibatkan seorang terbunuh sementara 40 lagi cedera.

Politik Thailand bergelora sejak 26 Agustus silam ketika beribu-ribu demonstran antipemerintah di bawah komando PAD dan memblokade kantor perdana menteri.

Bobby Chandra
 


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Samak Bersedia Mundur
Parlemen Thailand Gelar Pemilu Jumat
Dua Pelajar Ditembak Saat Menuju Rumah PM Samak
PM Samak Tetap Takkan Mundur
Belum Perlu, Evakuasi Warga Indonesia di Thailand
Thailand dalam Status Gawat Darurat
Bangkok Darurat, Panglima Pimpin Tim Pengamanan
Bandara Phuket Dibuka, Turis Masih Kebingungan
PM Thailand: Saya tak akan Pernah Mundur
Polisi Thailand Jaga Kantor Pemerintah
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135549 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data