TEMPO Interaktif, Bangkok: Somchai Wongsawat, adik ipar Perdana Menteri yang disingkirkan Thaksin Shinawatra, akan menjadi Perdana Menteri ke-26 Thailand setelah partai pemerintah Partai Pemerintahan Rakyat (PPP) pada Senin (15/9) mendapuknya sebagai calon untuk menggantikan Samak Sundaravej.
Juru bicara PPP Kudeb Saikrajang mengatakan, anggota eksekutif partai itu setuju secara bulat untuk menetapkan pejabat Perdana Menteri dan Menteri Pendidikan itu sebagai pilihan PPP saat Parlemen akan bersidang Rabu (17/9) untuk memilih Perdana Menteri baru.
"Ada pemilihan dalam pertemuan hari ini dan semua pemimpin partai setuju menetapkan Somchai sebagai calon kami. Anggota Parlemen dari PPP akan berunding hari ini untuk mensahkan pilihan lembaga eksekutif itu," katanya.
Ia juga mengatakan PPP akan menemui lima partai lain dalam pemerintahan koalisi yang masih berusia tujuh bulan itu untuk mengumumkan kepada mereka secara resmi mengenai pemilihan Somchai.
PPP yakin, semua Anggota Parlemennya akan hadir pada Rabu untuk memastikan tak ada hambatan untuk melantiknya seiring keadaan yang karut marut Jumat setelah Samak dilucuti dari jabatannya.
Somchai (60 tahun), mantan hakim, adalah suami Yaowapa, yang juga adik perempuan Thaksin. Ia lulusan Universitas Thammasat dan memegang ijazah sarjana dalam Pemerintahan Umum dari Institut Pembangunan Pemerintahan Nasional (NIDA). Jika disetujui oleh parlemen, dia akan menjadi Perdana Menteri Thailand keempat dalam masa tiga tahun.
Dia pernah menjadi Sekretaris Tetap Kementerian Kehakiman ketika penggulingan kekuasaan pada 19 September 2006 untuk menyingkirkan Thaksin. Somchai, orang yang halus tutur katanya, melepaskan jabatannya dan mulai dilantik menjadi anggota Kabinet ketika PPP memenangi pemilihan umum 23 Desember 2006.
Pada 9 September, Samak dilucuti jabatannya oleh Mahkamah Konstitusi kerana melanggar konstitusi ketika menjadi pemandu program memasak “Tasting and Grumbling” dan “All Set at 6am” semasa masih menjadi PM.
Tiga hari kemudian, usahanya untuk kembali berkuasa menjadi musnah saat wakil rakyat dari anggota partainya sendiri tidak menginginkannya dalam Parlemen.
Selain Somchai, dua calon lagi yang pada mulanya bersaing untuk jabatan itu adalah Sekretaris Jenderal PPP dan Menteri Keuangan, Surapong Suebwonglee, serta Menteri Kehakiman, Sompong Amornwiwat.
Pada Ahad lalu, Somchai mencabut perintah darurat yang diumumkan oleh Samak di Ibu Kota Bangkok pada 2 September seiring bentrokan yang terjadi antara pendukung pro pemerintahan dan Persatuan Rakyat Untuk Demokrarasi (PAD), yang mengakibatkan seorang terbunuh sementara 40 lagi cedera.
Politik Thailand bergelora sejak 26 Agustus silam ketika beribu-ribu demonstran antipemerintah di bawah komando PAD dan memblokade kantor perdana menteri.
Bobby Chandra