|
Organda Yogyakarta Keberatan Bus Mudik Harus Singgahi Terminal
Senin, 15 September 2008 | 15:41 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Pengusaha angkutan bus keberatan bila pada saat Lebaran nanti semua bus jurusan Yogyakarta menuju Pulau Sumatera harus melewati terminal kota-kota yang dilewati.
Selain dianggap tidak efisien, pengusaha bus juga harus mengeluarkan dana yang cukup tinggi, karena mereka dikenakan biaya retribusi.
Ketua Organisasi Angkutan Darat Johnny Parmantya menyampaikan keberatan ini kepada Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal yang memantau kesiapan angkutan Lebaran 2008 di Yogyakarta, Senin, (15/9).
Sebagai contoh ketidakefisienan itu, dijelaskan Johnny, soal jarak terminal dengan jalan raya yang umumnya sekitar 10 kilometer. "Karena umumnya terminal kan jauh dari kota," ujarnya. Bila pulang pergi, maka setidaknya bus harus menempuh tambahan perjalanan 20 kilometer.
Dengan jarak 20 kilometer, maka setidaknya bus menambah 10 liter solar dikalikan Rp 55.000. "Bayangkan kalau terminal yang dilewati ada 20 terminal, akan terjadi kerugian," kata Johnny.
Menurut Johnny, bila trayek bus tidak menyebutkan kota A untuk berhenti, maka bus bisa lewat begitu saja, tanpa harus mampir melewati terminal.
Dia berharap ada instruksi Menteri Perhubungan yang bisa menghapuskan ketentuan tersebut. "Karena itu kan juga melanggar undang-undang di atasnya," kata Johnny.
Atas permintaan tersebut, Jusman mengatakan daerah memberlakukan itu karena terkait dengan pendapatan asli daerah. "Kalau pertimbangan efisiensi dan bahan bakar saya kira bisa bisa dengan negosiasi," ujar Jusman.
Bernarda Rurit
INDEKS BERITA LAINNYA :
|