|
Optimalisasi Gas Bisa Tekan Subsidi Listrik 2009
Senin, 15 September 2008 | 15:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Optimalisasi gas diyakini bakal mampu menekan subsidi listrik. Meski demikian, Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral mengusulkan tetap mengajukan usulan semula subsidi listrik 2009 sebesar Rp 60,43 triliun.
Direktur Utama PT PLN (Persero) Fahmi Moechtar mengatakan, optimalisasi gas bisa mengurangi subsidi listrik 2009 menjadi Rp 58,44 triliun. Jika optimalisasi gas berjalan, dia memaparkan, subsidi tahun berjalan 2009 diasumsikan Rp 59,13 triliun dan kekurangan subsidi 2007 dan 2008 sebesar Rp 5,48 triliun, sehingga totalnya mencapai Rp 64,61 triliun.
Jumlah itu, kata Fahmi akan dikurangi penghematan listrik sebesar Rp 6,17 triliun, sehingga totalnya Rp 58,44 triliun. "Dengan catatan, tak ada <I>carry over</I> subsidi ke tahun 2010," kata Fahmi dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi Energi Dewan Perwakilan Rakyat, Senin (15/9).
Program optimalisasi gas yang dimaksud ialah meningkatkan penggunaan bahan bakar gas untuk pembangkitan.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pasokan gas dari pipa Sumatera Selatan direncanakan akan masuk ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas MuaraTawar. Selain itu, gas dari <I>offshore</I> akan masuk ke pembangkit Tanjung Priok. "Jumlahnya cukup besar sehingga diharapkan membantu optimalisasi gas," ujarnya. AGOENG WIJAYA | AGUNG SEDAYU
INDEKS BERITA LAINNYA :
|