Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Sala Lauak, Si Gurih dari Pariaman
Senin, 15 September 2008 | 13:47 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Bila kebetulan Anda berada ke Kota Pariaman, Sumatera Barat, pada bulan puasa ini, mampirlah ke Pantai Gandoriah di pinggir kota. Di sana saban sore sudah berjejer penjual sala lauak atau sala ikan khas masakan Pariaman.

Sala lauak Pariaman sudah lama terkenal. Tidak lengkap rasanya jika Anda berkunjung ke kawasan ini tidak mencicipi sala lauak dan membawanya untuk penganan dibawa pulang. Sementara pada hari biasa, sala lauak dimakan di tepi pantai di bawah rindangnya pohon pinus, pada bulan ini banyak yang membelinya untuk teman makan nasi saat berbuka.

Sala lauak berbahan ikan atau cumi-cumi tangkapan nelayan setempat yang masih segar. Kemudian dibalut adonan tepung beras yang diberi bumbu dan akhirnya digoreng.

Rasanya? Gurih dan ditambah dengan lembutnya daging ikan atau cumi di dalamnya pastinya menambah selera berbuka. Bumbu sala adalah tepung beras, asam, kunyit, garam, dan jeruk nipis, yang dijadikan adonan yang dibalurkan ke ikan dan cumi-cumi lalu langsung digoreng.

Pemilik Nasi Sek Pondok Salero di pantai Pariaman, Hasnierti Jamal, 45 tahun, memiliki kiat tersendiri dalam membuat sala. Setelah subuh ia membeli ikan dan cumi-cumi hingga satu baskom kepada nelayan di sekitar pantai. Ikan dan cumi yang segar akan membuat sala lebih gurih.

Sala ini biasanya dimakan dengan nasi hangat, anyang sayuran (sayuran yang direbus dan diberi parutan kelapa), dan sambal lado tomat. Sala lebih enak jika dimakan agak panas. Harga sepiring sala lauak nan gurih yang berisi lima potong ternyata hanya Rp 5.000.

Tak cuma sebagai teman menu berat, ada juga sala yang untuk kudapan. Namanya sala bulek atau sala bulat. Sala yang satu ini terbuat dari tepung beras yang dibaluri bumbu sala dan ditambah ikan teri yang dipotong kecil-kecil, lalu disiram air menggelegak sehingga adonan seperti bubur nasi yang kental. Lalu ia dibulatkan dan digoreng. Ini juga penganan populer di Pariaman.

Febrianti




INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Segar Berbuka dengan Barongko
Tumbuk yang Istimewa
Nikmatnya Berbuka di Taman Air Mancur
Es Cendol Aneka Rasa
Pakat, Lezat, dan Berkhasiat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Baca [39]
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135509 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data