|
Kalau Tidak Bisa Terbaik, Jadilah Terburuk
Senin, 15 September 2008 | 12:23 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Sebuah tim sepakbola amatir dari Jerman, FC Germania Forchheim, mulai terkenal dan berharap mendapat penonton serta sponsor karena mengalami rangkaian kekalahan terburuk (mungkin) di dunia. Forchheim sudah bermain tujuh kali untuk kompetisi negara bagian Liga Bavaria. Selama tujuh pertandingan itu ia belum pernah menang.
Tujuh kekalahan berturut-turut memang bukan luar biasa kecuali ditambah satu fakta ini: Dalam tujuh pertandingan mereka sama sekali belum pernah membuat gol dan kemasukan 166 gol.
Dalam pertandingan terakhir, misalnya, mereka kemasukan 25 gol tanpa balas.
Alih-alih membuat sedih, kekalahan ini malah membuat ketua klub, Lothar Walenta, bergembira karena untuk pertamakali dalam 100 tahun sejak berdiri, belum pernah Forchheim mendapat perhatian luas dari media seperti setelah rangkaian kekalahan spektakuler itu.
Kekalahan spektakuler ini juga mulai mengundang penonton dan menarik minat pengiklan. "Saya bangga dengan mereka," kata Walenta menunjuk para pemainnya seperti ditulis der Spiegel. "Mereka sudah menyelamatkan klub ini."
Selama seabad berdiri, tim ini "normal-normal" saja sampai akhir musim lalu. Saat itu pelatih dan ke-26 pemain mundur karena klub memiliki banyak utang serta tidak bisa membayar iuran agar ikut kompetisi.
Saat itulah sebuah tim amatir yang biasa berkumpul di sebuah tempat minum, membeli klub. "Anak-anak itu tidak pernah bermain sepakbola sebelumnya," kata Walenta. "Ya, fisiknya seperti Anda bisa bayangkan sebuah tim hura-hura--mereka sama sekali tidak terlatih."
Tim itu dilatih oleh Manfred Rehm, 54 tahun. Pekerjaan aslinya adalah pemilik tempat minum yang sering menjadi ajang berkumpul para pemain. Pelatih ini juga memuji para pemainnya. "Moral anak-anak itu sangat bagus," katanya. "Mereka berjuang sampai menit terakhir."
Walenta berharap media, yang tertarik setelah Forchheim kalah 0-34 beberapa pekan lalu, bisa mengundang penonton yang ingin tahu dan, siapa tahu, sponsor baru.
"Dalam pertandingan terakhir kami nyaris mencetak gol," kata Walenta, yang sangat bangga. "Tembakannya hanya sedikit di atas gawang."
Nurkhoiri
INDEKS BERITA LAINNYA :
|