Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Tumbuk yang Istimewa
Senin, 15 September 2008 | 10:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Makanan ini terbuat dari beras ketan yang dicampur dengan santan, dicetak dengan bambu sebelum dimasak, dan dibungkus daun pisang muda. Bentuknya bulat dengan tebal sekitar 2 sentimeter dan diameter 3,5 sentimeter. Namanya kue tumbuk.

Biasanya kue ini dihidangkan bersama sambal kacang, bumbu opor ayam/daging, atau dengan sambal hati ayam/sapi dan kambing. Dalam satu piring hanya diberi satu sampai dua kue tumbuk dan di sisinya diberi aneka sambal tergantung selera yang akan menyantap.

Ini salah satu kue istimewa bagi masyarakat Kotabaru dalam menjalankan puasa Ramadan. "Kue tumbuk hanya muncul setiap bulan puasa hingga Lebaran, sehingga menjadi hidangan istimewa bagi masyarakat di sini," kata Syahruding, 45 tahun, warga Baharu, Kotabaru, Kalimantan Selatan, Kamis lalu.

Sebetulnya, menurut Syahruding, kue tumbuk bukan makanan khas masyarakat Kotabaru. Ini jenis makanan khas suku Mandar di Sulawesi Selatan. Memang, hampir 30 persen masyarakat Kotabaru berasal dari Sulawesi.

Menu itu sesuai dengan selera masyarakat di Kotabaru. Bagi masyarakat Mandar, kue tumbuk hanya diolah saat Hari Raya. Selain membuatnya sangat sulit, kue tersebut memiliki nilai sejarah yang tidak dapat dilupakan bagi mereka yang merantau meninggalkan kampung halaman.

Husaini, warga Pulau Laut Utara, mengaku setiap diundang tetangganya selalu mengincar kue tumbuk dan mengabaikan kue lain. "Setiap tahun kami hanya menunggu-nunggu hidangan kue tumbuk," kata dia.

Sedangkan Daeng Aja, 63 tahun, warga asal Sulawesi Selatan yang sudah sekitar 40 tahun meninggalkan kampung halamannya, mengaku tidak akan lupa menghidangkan kue tumbuk kepada tamunya selama Ramadan dan Idul Fitri. "Makanan ini tidak boleh ketinggalan untuk dihidangkan kepada tamu," katanya.

Kue tumbuk banyak dijual di Pasar Wadai yang biasa digelar selama sebulan penuh selama Ramadan oleh pemerintah daerah untuk menyediakan makanan berbuka puasa di Kotabaru. Harganya bervariasi. Untuk ukuran kecil Rp 1.000 per buah. Untuk ukuran besar dengan tebal sekitar 10 sentimeter lebar 6 sentimeter dijual sekitar Rp 15 ribu per batang.

Antara


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Nikmatnya Berbuka di Taman Air Mancur
Es Cendol Aneka Rasa
Pakat, Lezat, dan Berkhasiat

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135456 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data