Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Lagu Religi Ebiet G. Ade
Senin, 15 September 2008 | 10:23 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Mengenakan pakaian koko gelap, Ebiet G. Ade duduk di sudut sofa sebuah kafe di Jakarta Selatan, Selasa pekan lalu. Sebuah gitar akustik telentang di pangkuannya. Sesaat kemudian, gitar itu "berbicara" lembut mengiringi alunan suara balada khas Ebiet. Matanya menerawang ketika menyanyikan bait:

...
Izinkan aku
membasahi sajadah
bersimbah air mata
di dalam sujud
...

Lagu itu diberi judul Izinkan Aku Reguk CintaMu. Tapi senja itu, Ebiet tidaklah sedang manggung, melainkan hanya memperkenalkan album religi terbarunya,Masih Ada Waktu, produksi Trinity Optima Production. Bapak empat putra itu pun hanya menyanyikan satu lagu, sesaat sebelum azan magrib berkumandang.

Sejatinya, Ebiet sudah akrab dengan warna religius dalam lagu-lagunya. "Hampir di semua album terdapat lagu religi," ujar biduan yang telah menelurkan 40 album tersebut. "Tetapi baru album ini yang sangat mencerminkan Islam," suami penyanyi Yayuk Sugianto ini menambahkan.

Dalam album baru ini terdapat 14 lagu religi karya Ebiet. Namun, hanya Izinkan Aku Reguk CintaMu yang baru. Sisanya lagu lama Ebiet yang diaransemen ulang atau yang disalin ulang (remastered). Pada lagu baru itu, Ebiet kembali bekerja sama dengan Addie M.S. dan orkestranya. Proses rekaman dilakukan secara digital di Studio Aquarius Jakarta.

Satu lagu yang diaransemen ulang adalah Masih Ada Waktu, yang dirilis pada 1987 oleh Jackson Record. Ketika itu, aransemennya dibuat oleh Billy J. Budiardjo, sedangkan yang aransemen baru dibuat oleh musisi Anto Hoed. "Temponya diturunkan dan musiknya dibikin ringan," ujar Ebiet soal perubahan yang terjadi.

Ia yakin aransemen ulang ini tidak akan mengubah rasa cinta penggemarnya. Ia mendasarkan pengalaman ketika lagu Nyanyian Rindu pada album 25 Tahun Pengabdian juga diaransemen ulang. "Ternyata responsnya baik," kata peraih penghargaan Penyanyi Solo dan Balada Terbaik Anugerah Musik Indonesia 1997 ini.

Sisa lagu dalam album baru itu adalah lagu-lagu lama yang di-remastered dengan penyesuaian pada suara, di antaranya  KepadaMu Aku Pasrah, Menjaring Matahari, Rindu Kehadiran-Mu, Berjalan di Hutan Cemara, Kosong, Taubat, dan Kembara Lintasan Panjang. Lagu-lagu itu karya Ebiet yang dibuat pada 1979-2001. "(Kualitas) rekaman pada 1979 beda dengan sekarang," katanya.

Sebetulnya, menurut Ebiet, ia memiliki banyak stok lagu baru. "Tetapi suasana industri rekaman tidak memungkinkan untuk memproduksi lagu semacam itu," ujarnya. Namun, ia yakin suatu saat akan meluncurkan album yang berisi lagu baru semua. "Materi baru lagu-lagu saya ada sekitar 50 buah," katanya.

Tito Sianipar


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Melissa Karim : Kebebasan Berekspresi Belum Sepenuhnya Dijamin Negara
Senyawa Nasyid Raihan di Kafe
Rekaman Paket Hemat Dewi Lestari
Tukul Arwana Mencuri Waktu
Carissa Puteri Beribadah Bersama Sang Mama
Naomi Campbell Jalani Hukuman
Alena Mendongeng di Bulan Ramadan
Mohammad Farhan Puasa Bersama Anak
Ibadah Bermusik Armand Maulana
Menu Istimewa Eros Djarot
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135454 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data