Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Washington Balas Mengusir Duta Besar Bolivia
Jum'at, 12 September 2008 | 08:35 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Amerika Serikat mengatakan telah mengusir Duta Besar Bolivia di Washington, sehari setelah Duta Besar AS diminta meninggalkan Bolivia.

Langkah AS itu dilakukan setelah Presiden Bolivia Evo Morales menyalahkan utusan AS itu karena menghasut pengunjuk rasa di Bolivia. Klaim itu dibantah oleh Washington.

Sementara pemimpin Venezuela Hugo Chavez mengatakan dia akan mengusir utusan AS di Caracas sebagai solidaritas dengan Morales.

Di Bolivia, setidaknya delapan orang tewas dalam bentrokan antara keloompok pendukung dan penentang pemerintah hari Kamis.

Bentrokan antara pendukung yang bersaing terjadi di provinsi Pando yang terpencil di utara, kata pejabat setempat. Setidaknya 20 orang mengalami cedera.

Bolivia dilanda protes besar dalam minggu-minggu terakhir oleh penentang kebijakan ekonomi dan sosial Morales.

Sebagai respon terhadap langkah Morales terhadap Duta Besar AS, Departemen Luar Negeri AS menyatakan Duta Besar Bolivia di Washington, Gustavo Guzman, di-"persona non grata"-kan.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Sean McCormack mengatakan keputusan itu diambil sebagai respon terhadap tindakan yang tidak berdasar dan sesuai dengan Konvensi Wina.

Sebagai reaksi terhadap keputusan pengusiran Duta Besar Goldberg, yang dituduh Morales berkonspirasi terhadap demokrasi dan mendorong terpecah-belahnya Bolivia, McCormack mengatakan hal itu sebagai kesalahan berat dan menggambarkan tuduhan itu sebagai tidak berdasar.

Menyusul hal itu, Kamis, Presiden Venezuela Hugo Chavez mengatakan Duta Besar AS di Caracas, Patrick Duddy, diberi waktu 72 jam untuk meninggalkan negara itu.

Chavez juga mengatakan dia telah menarik utusannya dari Washington.

BBC/Erwin Z


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Survei Global Mendukung Obama
Safari Ramadan Condoleezza Rice
Condoleezza Rice Lakukan Kunjungan Bersejarah ke Libya
Badai Gustav Tewaskan Lebih 100 Orang di Karibia
Obama: Mimpi Amerika Dapat Menjadi Satu
Anak-anak Paling Menderita dengan Meningkatnya Kemiskinan di AS
Obama Dipuji Warga Demokrat
Terungkap, Rencana Pembunuhan Barack Obama
Hilary Mendukung Dipilihnya Joe Biden
Obama Sebutkan Kriteria Wakil, Namun Belum Sebut Nama
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk135094 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data