Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Cat Pembunuh Bakteri
Rabu, 10 September 2008 | 21:02 WIB

TEMPO Interaktif, Manchester: Bila riset para ilmuwan Inggris ini berhasil, rumah sakit dapat membasmi bakteri dan virus hanya dengan mengecat dinding dan langit-langit menggunakan cat pembunuh yang dapat mematikan mikroba ketika terkena cahaya. Cat pembunuh bakteri ini mengandung titanium dioksida yang dikenal sebagai bahan cat untuk membersihkan polusi udara.



Selama ini, industri cat memang sudah menambahkan butiran titanium dioksida untuk memberikan warna putih pada cat karena sifatnya yang tak tembus cahaya dan amat terang. Tapi, pada 1985, ahli biologi menyadari bahwa titanium dioksida memiliki efek yang mematikan, paling tidak untuk bakteri.



Tadashi Matsunaga, ilmuwan dari Tokyo University of Agriculture and Technology, Jepang, menemukan bukti bahwa di bawah sinar ultraviolet, mikroba akan mati ketika menyentuh senyawa titanium dioksida-platinum.



Sinar ultraviolet akan mengeksitasi elektron di permukaan partikel titanium dioksida dan memicu reaksi dengan molekul air di permukaan partikel. Hasilnya adalah campuran radikal hydroxyl dan ion superoksida potensial, produk reaktif yang membunuh sel dengan merusak membran sehingga semua isinya mengalir keluar.



Kini Lucia Caballero dan timnya di Manchester Metropolitan University, Inggris, tengah mempelajari kemungkinan memodifikasi cat putih menjadi senjata baru untuk membasmi bakteri berbahaya di rumah sakit. Cat putih umumnya mengandung titanium dioksida sekitar 20-30 persen yang dikombinasikan dengan aditif lain semisal kalsium karbonat.



Dalam eksperimennya, tim Caballero menaruh sampel bakteri Escherichia coli pada cat dengan kadar titanium dioksida 80 persen tanpa aditif. Mereka juga mencoba cat dengan kadar titanium dioksida rendah, tapi diberi kalsium karbonat.



Zat aditif pada cat terbukti menghalangi kemampuan titanium dioksida untuk membunuh kuman. "Jika ada kalsium karbonat, kemampuan membunuh kuman anjlok sampai 80 persen," kata Caballero ketika mempresentasikan penelitiannya dalam Society for General Microbiology di Trinity College Dublin, Irlandia, kemarin. Dia memperkirakan aditif menghalangi sinar ultraviolet mengeksitasi partikel titanium dioksida.



NEWSCIENTIST


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Pemburu Jamur dari Cibinong
Big Bang Dimulai
Mengapa Lalat Jago Mengelak
Vaksin Flu Dibuat Universal
Kadal Jamaika Berolahraga Tiap Pagi
Tiga Perempuan Peneliti Raih Fellowship For Women in Science 2008
Mengapa Mata Berkantung
Menggodok Penerus Alvin
Anak Kurang Gizi Meningkat
Kompas Built In Pada Sapi
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk134812 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< September,2008>>
MSnSl RK JS
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data