|
Kobe Bryant dan Penggemar Beratnya
Senin, 25 Agustus 2008 | 16:28 WIB
TEMPO Interaktif, Seorang sopir taksi di Beijing langsung mengucap salam. Tanpa basa-basi, langsung membuka peta ketika seorang penumpang asing masuk. “Maaf saya tidak bisa bahasa Inggris, tunjukkan saja tujuannya di peta,'' tukas Sopir, dalam satu kalimat yang biasa diucapkannya selama Olimpiade berlangsung. Dalam keheningan sejenak, sang sopir sedikit melirik ke kaca spion di dalam taksi. Sejurus kemudian, dia melonjak dan mulutnya hanya bisa komat-kamit tanpa suara. Kemudian, matanya yang sipit terihat membelalak dan tangannya melakukan gerakan seolah memasukkan bola basket. “Kobe!”, teriaknya. Sang penumpang pun hanya tersenyum. Ya.. senyum Kobe Briant yang menawan mengembang. “Saya berharap sopir tidak mengenali saya, karena saya sedang konsentrasi menghadapi final melawan Tim Spanyol.” Di negeri Tirai Bambu, cabang olahraga Basket merupakan salah nomor favorit. Masyarakatnya tidak asing dengan bintang-bintang NBA. Apalagi, Yao Ming salah satu pemain asal Cina, menjadi bintang di tim Houston Rockets yang berlaga di NBA saat ini. Kedatangan The Dream Team di Olimpiade Beijing sudah dinanti warga Cina. Namun, tidak mudah untuk menemui mereka karena Tim Basket Amerika tiggal di hotel mewah, berbeda dengan tim atau atlet lainnya. Para penggemar berat pemain-pemain NBA ini sulit menemui bahkan meminta tanda tangan mereka. Maka tak ayal, sang sopir girang tak karuan ketika salah satu penumpangnya adalah legendaris bola basket Amerika, Kobe Bryant. Saat final tim Amerika banyak didukung penonton yang kebanyakan warga Cina. Akhirnya Tim Basket Amerika merebut medali emas dengan mengalahkan Tim Spanyol 118-107. Berbagai sumber|Nur Haryanto
INDEKS BERITA LAINNYA :
|