Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

Bahaya Bila Kerap Mandi Matahari
Senin, 25 Agustus 2008 | 16:26 WIB

TEMPO Interaktif, London:

Penyanyi dan penulis lagu asal Inggris, Sandi Thom, 27 tahun, bersekutu dengan badan Cancer Research UK (Inggris) memperingatkan para kaum muda tentang bahaya kebiasaan berjemur mandi matahari. Selama ini kerusakan kulit adalah bahaya utama yang mengintai dibalik aktivitas santai yang sering dijumpai di kolam renang atau pinggir pantai tersebut.

Mandi matahari selama ini diyakini sebagai jalan pintas menggelapkan warna kulit. Namun, badan penelitian kanker itu memperingatkan bahaya laten yang lain adanya penuaan dini dan kanker.

Seperti dilansir Femalefirst medio pekan lalu, lewat modifikasi pemajuan umur bisa diperkirakan ancaman apa yang terjadi dalam 30 tahun ke depan jika Sandi terus melakukan berjemur tiga kali sepekan, yang bahayanya 10-15 kali lipat jika dilakukan pada terik matahari siang bolong.

Dengan menggunakan teknologi pencitraan modifikasi umur, menunjukkan wajah-wajah Sandi dalam usia 57 tahun dipenuhi beberapa kerusakan kulit, yang disebabkan oleh paparan berlebihan ultraviolet (UV) dari berjemur atau mandi matahari.

Foto-foto memperlihatkan Sandi berwajah agak mengerikan. Tampak misalnya dia mengalami kerut-kerut yang dalam, kulit lembek, kelopak mata merosot, kantong-kantong besar di sekitar mata dan kulit memudar yang terkati dengan kulit yang kehilangan suplemen dan elastisitas.

Bulan Agustus adalah waktunya untuk berjemur di daratan Eropa, dan paling baik di Inggris ketika warga kembali dari liburan untuk menjaga kehangatan musim panas.

Para periset Cancer Research UK menayangkan foto-foto modifikasi umur Sandi sebagai bagian dari kampanye SunSmart, yang tahun ini mengajak kaum muda berfikir dua kali sebelum mereka melanjutkan lagi berjemur matahari.

Hobi berjemur sejatinya tak hanya merusak penampilan seseorang, tapi juga secara signifikan meningkatkan risiko kanker kulit. Kerap mandi matahari sebelum usia 35 tahun memincu risiko kanker kulit hingga 75 persen.

Sandi Thom bilang, “Saya langsung syok. Saya bayangkan wajah saya pada 57 tahun kelak sungguh mengerikan.” Bahkan dia mengaku kapok, ”Setelah melihat foto-foto pencitraan itu, sejujurnya saya katakan saya tak bakal berjemur matahari lagi.”

femalefirst.co.uk/dwi arjanto


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Sensasi Spa di Akhir Pekan
Membantu Mendandani Madonna
Perempuan Kelaparan Fashion
Filosofi Cantik Hakiki
Tetap Cantik Setelah 40

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132235 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data