Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
[an error occurred while processing this directive]
   

PM Thailand: Unjuk Rasa Tidak Membuat Saya Mundur
Senin, 25 Agustus 2008 | 16:05 WIB

TEMPO Interaktif, Bangkok: Perdana Menteri Thailand Samak Sundarajev hari ini menuduh pengunjuk rasa antipemerintah sedang mencoba menghancurkan perekonomian. Ia mengatakan hanya akan mundur jika diperintahkan pengadilan.

Sebuah koalisi kelompok-kelompok yang mengklaim setia pada monarki telah menyerukan unjuk rasa besar-besaran besok. Media lokal melaporkan mereka berencana memblokade jalan-jalan ke Bangkok dan sekitar kantor pemerintah.

Samak, yang membentuk pemerintahan koalisi Februari lalu dan telah menghadapi demo jalanan sejak Mei, mengingatkan bahwa segala bentuk kekerasan tidak ditolerir.

"Unjuk rasa besok harus mematuhi hukum. Jika keluar dari batasan hukum, polisi akan menanganinya," ujarnya dalam konferensi pers.

"Pemerintah ini berasal dari pemilihan llegal. Jika seseorang ingin menjatuhkan pemerintah, mereka harus meminta pada parlemen," ujarnya dalam pernyataan yang disiarkan langsung di TV.

"Tentang kasus dalam proses pengadilan, jika saya harus berhenti, saya akan berhenti. Saya yakin apapun yang terjadi, saya dapat menerimanya. Apapun yang terjadi, itu tidak akan mempengaruhi negara ini," ujarnya.

Partai Samak, Partai Kekuataan Rakyat (PPP), yang terdiri dari mantan sekutu perdana menteri Thaksin Shinawatra yang terguling, sedang diselidiki terkait kecurangan dalam pemilu yang dapat membuat Mahkamah Konstitusi membubarkan partai itu.

Samak juga sedang menanti sidang tuduhan fitnah yang dia hadapi sebelum pemilihan dirinya akhir Desember.

Unjuk rasa yang dilakukan Aliansi Rakyat untuk Demokrasi (PAD) telah berlangsung sejak Mei, yang menyebarkan isu akan kudeta dan membuat investor menjauh dari pasar saham Thailand.

PAD meminta Samak untuk mundur, dan mengklaim Samak memerintah atas nama Thaksin, yang terjungkal dalam kudeta tahun 2006.

"Mereka tidak memikirkan negara, namun saya akan bersabar jika mereka ingin menghancurkan ekonomi," ujar Samak.

"Namun ketika mereka mengatakan mereka akan melakukan demonstrasi besar, rakyat panik. Ini akan menjadi kerusuhan," tambahnya.

AFP/Erwin Z  


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Thailand Protes Laporan Forbes
Thaksin Terancam Dideportasi
Helikopter Thailand Terjerembab, Enam Orang Tewas
Thaksin Tunjuk Pengacara Baru
Samak Selamat
PM Thailand Lolos dari Mosi Tak Percaya
Besok PM Thailand Bicara Soal Unjuk Rasa
Bom Meledak di Pom Bensin Bangkok
Perdana Menteri Thailand Terancam
Kado Demo Junta Burma
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk132231 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Berkurang, Kereta Tambahan Lebaran
Gilbert Arenas Terancam Absen Awal Musim
Kamera Kompak Rasa SLR
Muchdi Tiba, Keamanan Lengang
Buka Puasa ala Bos First Media dan Iqbal

<< August,2008>>
MSnSl RK JS
     01 02
03 04 05 06 07 08 09
10 11 12 13 14 15 16
17 18 19 20 21 22 23
24 25 26 27 28 29 30
31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data